NI LUH KARTIKA, . (2019) Implementasi Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pengeroyokan Yang Dilakukan Oleh Anak Di Bawah Umur (Studi Kasus di Polres Metro Tangerang Kota). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (677kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (337kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (252kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (287kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (274kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (88kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (446kB) |
Abstract
NI LUH KARTIKA, 2015020554, IMPLEMENTASI HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENGEROYOKAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI BAWAH UMUR (Studi Kasus di Polres Metro Tangerang Kota) Penelitian ini mengangkat rumusan masalah “Bagaimana proses penyidikan terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Polres Metro Tangerang Kota dan Bagaimana implementasi perlakuan terhadap anak yang menjadi pelaku tindak pidana pengeroyokan di Polres Metro Tangerang Kota. Penelitian ini dilakukan karena saya merasa sangat prihatin atas kehidupan anak dizaman modernisasi dan milenial masih ditemukan tindak pidana yang korban dan bahkan pelakunya adalah termasuk kategori anak, padahal anak adalah tongkat estafet suatu bangsa yang mencita-citakan kemajuan disetiap perkembanganya. Penelitian ini menggunakan metode Yuridis-Normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder sebagai bahan dasar untuk diteliti dengan cara mengadakan penelusuran terhadap peraturan-peraturan dan literatur-literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Suatu ketika seorang anak yang telah ditangkap dan ditahan berdasarkan surat perintah atas persangkapan yang sah yang dituduhkan terhadapnya maka yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana proses yang dilakukan dan perlakuan terhadap anak yang masih dibawah umur yang jelas-jelas belum memahami perbuatan yang dilarang dan yang diperbolehkan oleh hukum, dalam perlakuanya tentu berbeda dengan orang dewasa. Penelitian ini menunjukan bahwa di Polres Metro Tangerang Kota mengenai proses penyidikan terhadap anak yang masih dibawah umur tentunya tidaklah berbeda dengan orang dewasa, hanya saja perlakuanya lebih khusus, dimulai dari tempat pemeriksaan sampai pada perlakuan pemeriksaan yang menggunakan suasana kekeluargaan. Karena dalam penerapanya sudah ditentukan oleh Undang-undang No. 11 Tahun 2012 tentang Undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Undang-undang 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Untuk perlakuan sebagai anak yang berhadapan dengan hukum, penyidik di Polres Metro Tangerang Kota selalu mengedepankan perlakuan yang khusus dengan upaya Restorative justice dan upaya Diversi yang mana tujuannya adalah untuk menghindarkan atau mengurangi efek/stigma negatif anak dari proses hukum formal, dan memberikan perlindungan sebagai bentuk penghormatan hak asasi anak. Dalam hasil penelitian ini dalam kasus perkara pengeroyokan yang dilakukan oleh anak dibawah umur walaupun menggunakan proses Restorative justice dengan Diversi ternyata tidak membuahkan hasil kesepakatan antara kedua belah pihak karena pihak korban tetap ingin melanjutkan ke proses hukum, karena pelaku masih dibawah umur penyidik Polres Metro Tangerang tidak melakukan penahanan terhadap kedua pelaku dikarenakan kedua pelaku hanya diancam hukuman 3 tahun 6 bulan. Ancaman tersebut tidak memenuhi standar penahanan bagi anak yang menentuhan anak yang boleh dilakukan penahanan adalah ancaman hukuman minimal 7 tahun.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Jejen Juanda |
| Date Deposited: | 22 Jul 2022 06:53 |
| Last Modified: | 22 Jul 2022 06:53 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/10115 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
