Dinda Rizky Nurfarida, . (2020) Implementasi Delik Aduan Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Studi Kasus di Polisi Resort Kota Depok, Jawa Barat). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (296kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (214kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (177kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (172kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (270kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (14kB) |
|
|
Text
jurnal hukum dinda rizky nurfarida (2016020279).pdf Restricted to Registered users only Download (282kB) |
Abstract
Delik aduan atau klachtdelict adalah delik yang penuntutannya hanya dilakukan atas dasar adanya pengaduan dari pihak yang berkepentingan atau terkena. Jadi, perkara dari delik aduan ini hanya bisa diproses apabila ada pengaduan atau laporan dari orang yang menjadi korban tindak pidana. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga menerapkan delik aduan dibeberapa Pasalnya. Delik aduan ini berlaku bagi tindak kekerasan fisik ringan yang tidak mengakibatkan luka dan menganggu aktivitas, kekerasan psikis ringan yang tidak mengakibatkan luka dan menganggu aktivitas, dan kekerasan seksual. Namun hal ini menjadi pro dan kontra mengenai diterapkannya delik aduan tersebut. Banyak yang menganggap delik aduan menjadi penghalang sehingga masih banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui mengenai penerapan delik aduan dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga apakah sudah sesuai dengan yang seharusnya atau belum, dan bertujuan mengetahui pemahaman masyarakat mengenai delik aduan dan kasus kekerasan dalam rumah tangga. Dan juga penulis ingin mengetahui hambatan�hambatan apa saja bagi para petugas polisi dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini mengunakan metode penelitian normative�empiris yaitu pendekatan kepustakaan yang berpedoman pada peraturan�peraturan, buku-buku atau literatur-literatur hukum serta bahan-bahan yang mempunyai hubungan permasalahan dan pembahasan dalam penulisan skripsi ini dan pengambilan data langsung pada objek penelitian yang berkaitan dengan perbuatan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama: penerapan delik aduan dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga adalah sudah sesuai dan benar, karena pada dasarnya negara membuat ketentuan seperti ini agar keluarga yang tercipta melalui proses yang sakral dapat terjaga keharmonisan dan keutuhannya. Kedua: walaupun sudah benar dan sesuai, delik aduan tetap menjadi hambatan bagi para polisi menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga yang mana banyak korban tidak melaporkan kasus yang dialami. Selain itu terdapat hambatan-hambatan lainnya seperti faktor budaya, keluarga, ekonomi, dan rendahnya tingkat pendidikan dan pemahaman masyakarat tentang hukum.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Enas Nasrulloh |
| Date Deposited: | 18 May 2022 07:23 |
| Last Modified: | 18 May 2022 07:23 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/9740 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
