Unsur-Unsur Pembatalan Putusan Arbitrase Dalam Suatu Kajian Yuridis Frasa Antara Lain Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No.: 480 B/Pdt.Sus-Arbt/2017)

Efrizal, . (2020) Unsur-Unsur Pembatalan Putusan Arbitrase Dalam Suatu Kajian Yuridis Frasa Antara Lain Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No.: 480 B/Pdt.Sus-Arbt/2017). Masters thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (583kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (382kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (445kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (265kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (436kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (92kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (785kB)

Abstract

Tesis ini membahas unsur-unsur pembatalan putusan arbitrase berdasarkan Undang- Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif penyelesaian Sengketa berdasarkan sifat final dan mengikat putusan arbitrase. Kelebihan arbitrase berupa sifat putusan yang final dan mengikat, pada praktiknya tidak sepenuhnya benar karena baik dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif penyelesaian Sengketa, New York Convention dan UNCITRAL Model Law terdapat alasan-alasan pembatalan putusan arbitrase, terlebih lagi dalam Penjelasan Umum Bab VII Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif penyelesaian Sengketa terdapat frase “antara lain” yang membuka celah adanya alasan lain bagi Pengadilan untuk membatalkan putusan arbitrase di luar ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif penyelesaian Sengketa. Penerapan ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif penyelesaian Sengketa, telah menimbulkan kontroversi akibat ketentuan tersebut tidak konsisten dan tidak ada aturan tegas. Putusan yang dibuat oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia bersifat final dan binding, yang bersifat mengikat dan tidak ada upaya hukum lain. Namun demikian, tidak jarang pihak yang tidak puas atas putusan arbitrase mengajukan gugatan pembatalan maupun gugatan atas pokok perkara ke pengadilan, dengan dalih pengadilan tidak boleh menolak perkara yang diajukan oleh warga negara. Metode penelitian yang digunakan dalam menganalisa permasalahan-permasalahan yang dirumuskan adalah metode yuridis normatif dan data yang digunakan adalah data primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian tesis ini adalah Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif penyelesaian Sengketa mengatur alasan pembatalan putusan arbitrase yang bersifat limitatif, keberadaan frase “antara lain” pada Penjelasan Umum Bab VII Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif penyelesaian Sengketa Melalui Putusan Mahkamah Agung No. 480 B/Pdt.Sus-Arbt/2017 menyebabkan ketidakpastian hukum dan alasan pembatalan putusan arbitrase yang diatur dalam New York Convention dan UNCITRAL Model Law berbeda dengan alasan pembatalan putusan arbitrase dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif penyelesaian Sengketa. Kata Kunci : Putusan Arbitrase, Pembatalan Putusan Arbitrase, dan Frase Antara Lain.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Enas Nasrulloh
Date Deposited: 30 Mar 2022 08:17
Last Modified: 30 Mar 2022 08:17
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/9474

Actions (login required)

View Item View Item