Bayu Tri Santoso, . (2015) Analisa Balancing Ban Pada Mobil. Universitas Pamulang, Tangerang Selatan.
|
Text
COVER.docx Restricted to Registered users only Download (552kB) |
|
|
Text
BAB I.docx Restricted to Registered users only Download (26kB) |
|
|
Text
BAB II.docx Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
BAB III.docx Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB IV.docx Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.docx Restricted to Registered users only Download (22kB) |
|
|
Text
JURNAL.docx Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK ANALISA BALANCING PADA BAN MOBIL Ketidakseimbangan pada roda kendaraan terjadi bila pusat massa tidak sesumbu dengan sumbu putarnya. Agar roda kendaraan dapat berputar seimbang, maka gaya sentrifugal yang timbul harus dikompensasi dengan gaya tambahan yang sama tapi arahnya berlawanan.Proses penyeimbangan ini dinamakan proses balancing. Sumber massa unbalance yang terjadi pada roda kendaraan disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya ketidaksempurnaan proses manufaktur velg dan ban serta keausan yang tidak merata pada ban akibat kondisi kekasaran jalan raya yang berbeda. Metoda balancing yang umum dipergunakan diantaranya adalah metoda sudut fasa, metoda four run dan modal balancing. Tahap proses balancing dengan menggunakan metode sudut fasa yang umum dipergunakan saat ini adalah dengan memutar roda pada satu putaran tertentu untuk mendapatkan prosentase penurunan amplitudo getaran (balance performance) yang paling tinggi. Kelemahan dari proses ini adalah belum dapat secara tepat mengidentifikasi dimana posisi paling tepat resultan massa unbalance dan pada putaran berapa roda seharusnya dibalancing, apakah dibawah frekuensi pribadi, pada frekuensi pribadi atau diatas frekuensi pribadi. Pada penelitian ini dikembangkan prototipe mesin balancing untuk mendapatkan balance performance yang paling tinggi dalam proses balancing roda mobil dengan menggunakan metode sudut fasa. Perbedaan mendasar adalah mencari terlebih dahulu posisi sudut optimal massa pembalance dengan memvariasikan putaran dibawah hingga diatas frekuensi pribadinya sampai diperoleh balance performance yang paling tinggi untuk setiap roda. Langkah selanjutnya adalah menghitung prosentase penurunan amplitudo getaran (balance performance) pada tiap tahap putaran. Kemudian sudut optimal tersebut dipergunakan untuk menempatkan massa pembalance yang beratnya dinaikkan sampai didapatkan kondisi overbalance. Roda yang dipergunakan pada penelitian ini terdiri dari beberapa variasi diameter velg yaitu ring 12”, ring 13” , ring 14” dan ring 15”. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah prosentase penurunan amplitudo getaran atau unjuk kerja balancing dari keadaan unbalance ke keadaan balance yaitu 87,9% untuk velg ring 12” dengan berat 10,75 kg pada putaran 450 rpm;85,3% untuk velg ring 13”dengan berat 11,75 kg pada putaran 450 rpm; 66,7% untuk velg ring 14” dengan berat 17,7 kg pada putaran 385 rpm dan 80,4% untuk velg ring 15” dengan berat 16,05 kg pada putaran 450 rpm. Kata kunci : balance performance, massa unbalance, balancing roda mobil.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Depositing User: | Muhammad Khusnan Hadi |
| Date Deposited: | 06 Apr 2018 04:13 |
| Last Modified: | 06 Apr 2018 04:13 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/3182 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
