Analisa Peningkatan Kualitas Produk Tepung Untuk Menurunkan Tingkat Reject Dengan Metode Qcc (Quality Control Circle) Dan Seven Tools Di Pt Seelindo Sejahteratama

TAJIB LISON BAYU KUKOH, . (2026) Analisa Peningkatan Kualitas Produk Tepung Untuk Menurunkan Tingkat Reject Dengan Metode Qcc (Quality Control Circle) Dan Seven Tools Di Pt Seelindo Sejahteratama. Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (930kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (162kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (479kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (184kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (586kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (73kB)
[img] Text
jurnal.pdf
Restricted to Registered users only

Download (624kB)

Abstract

PT. Seelindo Sejahteratama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi bahan pangan, khususnya tepung dan premix untuk industri bakery. Berdasarkan data Januari-Desember 2024, tingkat reject produk tepung menunjukkan kecenderungan meningkat dengan persentase tertinggi 1,81% (1.010 kg) pada Juni 2024. Kondisi ini berdampak pada efisiensi produksi dan biaya operasional. Permasalahan penelitian ini adalah tingginya tingkat reject produk tepung, sehingga menyebabkan kualitas tepung rendah. Kualitas merupakan kesesuaian produk terhadap spesifikasi dan kebutuhan pelanggan, sedangkan reject menunjukkan ketidaksesuaian mutu produk. Untuk mengidentifikasi faktor penyebab reject dalam penelitian ini menggunakan Seven Tools dan Nominal Group Technique (NGT), untuk merancang tindakan perbaikan menggunakan metode Quality Control Circle (QCC) dengan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA). Hasil Analisa Seven Tools dan NGT menunjukkan bahwa penyebab reject adalah faktor lingkungan penyimpanan, khususnya suhu dan kelembaban ruang penyimpanan yang tinggi, faktor human error dalam proses pemeriksaan suhu dan kelembaban, alat ukur suhu dan kelembaban yang masih analog serta metode monitoring suhu dan kelembaban masih manual. Tindakan perbaikan berupa pemasangan exhaust fan, alarm out of range, pencatatan berbasis IoT, dan penggunaan thermohygrometer online menurunkan tingkat reject dari 1,81% menjadi 1,18%, sehingga terjadi penurunan 0,63%. Disimpulkan bahwa penerapan Seven Tools, NGT, QCC dan PDCA efektif dalam meningkatkan pengendalian mutu dan menurunkan tingkat reject secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Depositing User: Jejen Juanda
Date Deposited: 03 Sep 2026 11:38
Last Modified: 03 Sep 2026 11:38
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/21141

Actions (login required)

View Item View Item