Yesi Lestarina Sutoyo, . (2025) Analisis Perbedaan Sanksi Pemidanaan Terhadap Pembunuhan Berencana Dalam Kitab Undang- Undang Hukum Pidana (Kuhp) Nomor 1 Tahun 2023 Dengan Hukum Pidana Islam. Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (325kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (610kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (291kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (779kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (261kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (396kB) |
Abstract
Pembunuhan berencana merupakan kejahatan serius merampas nyawa seseorang, serta menimbulkan kerugian besar bagi keluarga korban dan keresahan di masyarakat. Kejahatan ini memiliki unsur niat dan perencanaan sebelumnya, yang dapat memperberat sanksi hukuman bagi pelakunya. Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) No. 1 Tahun 2023, pembunuhan berencana, diatur dalam Pasal 459 KUHP menetapkan ancaman pidana berat, seperti pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara maksimal 20 tahun, yang mencerminkan pendekatan teori retributif untuk memberikan balasan setimpal atas kejahatan tersebut. Namun, KUHP No. 1 Tahun 2023 juga memasukkan unsur rehabilitatif melalui pidana percobaan dan program pemulihan sosial. Di sisi lain, hukum pidana Islam memberikan sanksi pemidanaan hukuman mati (qishash), alternatif lainnya yaitu diyat (ganti rugi). Penelitian ini membahas perbedaan unsur-unsur dan teori pemidanaan dalam KUHP No. 1 Tahun 2023 dengan hukum pidana Islam terkait tindak pidana pembunuhan berencana. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan analisis data primer dan sekunder berupa peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan literatur terkait, dan dengan menggunakan pendekatan penelitian perbandingan (comparative approach). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KUHP No. 1 Tahun 2023 lebih fokus pada penghukuman dengan mempertimbangkan unsur pencegahan, serta mengedepankan kepastian hukum sedangkan hukum pidana Islam lebih menekankan pada pencegahan dan pemulihan, serta menekankan pada keadilan sosial dan nilai kemanusian yang bersumber dari ajaran agama. Perbedaan ini mencerminkan karakteristik masing-masing sistem hukum dalam menghadapi tindak pidana berat. Oleh karena itu, kajian yang mendalam diperlukan untuk memahami efektivitas kedua sistem dalam memberikan efek jera dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pembunuhan Berencana; KUHP No. 1 Tahun 2023; Hukum Pidana Islam. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 06:58 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 06:58 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/20528 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
