Analisis Yuridis Terhadap Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Lingkungan Terkait Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Yang Dilakukan Oleh Direktur Rumah Sakit Umum Berkah Menurut Pasal 104 Jo. 116 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 (Analisis Putusan Nomor 1482/Pid.Sus-LH/2021/PT.MDN)

Wibowo Gossaan Aoeliya, . (2025) Analisis Yuridis Terhadap Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Lingkungan Terkait Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Yang Dilakukan Oleh Direktur Rumah Sakit Umum Berkah Menurut Pasal 104 Jo. 116 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 (Analisis Putusan Nomor 1482/Pid.Sus-LH/2021/PT.MDN). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (294kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (257kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (384kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (125kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (300kB)

Abstract

Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) oleh rumah sakit merupakan isu krusial dalam perlindungan lingkungan hidup di Indonesia. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tidak hanya menghasilkan limbah medis, tetapi juga limbah B3 yang memiliki potensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup telah menetapkan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan berbasis kehati-hatian dan tanggung jawab hukum terhadap pencemaran lingkungan, Namun demikian, praktik di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak rumah sakit yang belum memenuhi kewajibannya dalam pengelolaan limbah B3 secara benar dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum terkait pengelolaan limbah B3 oleh rumah sakit menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 serta untuk mengevaluasi kesesuaian putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 1482/Pid.Sus-LH/2021/PT.MDN terhadap prinsip-prinsip perlindungan lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, serta didukung oleh data sekunder berupa literatur hukum, jurnal ilmiah, dan putusan pengadilan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa secara normatif, rumah sakit berkewajiban untuk melakukan pengelolaan limbah B3 mulai dari tahap pemilahan, pengangkutan, penyimpanan sementara, hingga proses akhir sesuai izin yang dimiliki. Ketentuan Pasal 104 jo. Pasal 116 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 menjadi dasar untuk menjerat pelaku pencemaran lingkungan, baik perorangan maupun korporasi, termasuk rumah sakit. Dalam perkara yang diperiksa oleh Pengadilan Tinggi Medan, rumah sakit terbukti telah melakukan pembuangan limbah B3 tanpa izin dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 memberikan dasar hukum yang kuat dalam pengelolaan limbah B3, dan putusan pengadilan yang dijadikan studi kasus telah sejalan dengan prinsip-prinsip hukum lingkungan, khususnya prinsip kehati-hatian dan strict liability. Oleh karena itu, penting bagi seluruh rumah sakit untuk meningkatkan kepatuhan hukum dalam pengelolaan limbah B3 guna mendukung keberlanjutan lingkungan hidup dan mencegah terjadinya tindak pidana lingkungan.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Limbah B3, Rumah Sakit, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, Pencemaran Lingkungan, Putusan Pengadilan
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad
Date Deposited: 18 Jul 2026 03:00
Last Modified: 18 Jul 2026 03:00
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/20508

Actions (login required)

View Item View Item