EVI DHEVITA, . (2025) Perlindungan Terhadap Korban Tindak Pidana Seksual Ditinjau Dari Undang-Undang No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak (Studi Putusan No 9/Pid.Sus-Anak/2021/Pn Mak). Masters thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (936kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (207kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (178kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (233kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (172kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (28kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (104kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (218kB) |
Abstract
Permasalahan dalam penelitian ini antara lain : 1) Bagaimana perlindungan terhadap korban tindak pidana persetubuhan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak ? dan 2) Bagaimana penerapan dan penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana seksual dibawah umur berdasarkan Putusan Nomor 9/Pid.Sus-Anak/2021/PN Mak?. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu dengan menggunakan data sekunder studi kepustakaan. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Perlindungan terhadap korban tindak pidana persetubuhan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak memberikan kerangka hukum yang komprehensif untuk melindungi anak dari tindak pidana persetubuhan. Undang-Undang tersebut menetapkan sanksi yang tegas bagi pelaku, serta mekanisme perlindungan dan pemulihan bagi korban. Hambatan-hambatan dalam penerapan hukum sesuai dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak antara lain faktor korban sendiri yang tidak berani merasa takut untuk melaporkan peristiwa yang dialami oleh korban. Dalam pertimbangan perkara No. 9/Pid.Sus�Anak/2021/PN Mak Hakim tegas menyatakan tidak sependapat terhadap hasil rekomendasi dari Penelitian Pembimbing Kemasyarakatan tersebut dengan alasan Tindak Pidana yang dilakukan oleh anak tergolong tindak pidana berat yang sangat membahayakan dan meresahkan masyarakat, terutama bagi jiwa pribadi dan tumbuh kembang anak korban. Maka penjatuhan hukuman pidana penjara selama 1 (Satu) Tahun dan 11 (Sebelas) Bulan serta pelatihan kerja selama 3 (Tiga) Bulan di Balai Rehabilitasi Sosial Anak oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makale telah tepat menerapkan hukum kepada terdakwa.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Jejen Juanda |
| Date Deposited: | 17 Jun 2026 12:21 |
| Last Modified: | 17 Jun 2026 12:21 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/20137 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
