Efektivitas Penerapan Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Pelarangan Pengedaran, Penjualan, Dan Penggunaan Minuman Beralkohol (Studi Kasus Di Wilayah Kota Tangerang Selatan)

ANTON PRAMUDITHA ATMODJO, . (2025) Efektivitas Penerapan Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Pelarangan Pengedaran, Penjualan, Dan Penggunaan Minuman Beralkohol (Studi Kasus Di Wilayah Kota Tangerang Selatan). Masters thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (475kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (425kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (386kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (247kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (150kB)
[img] Text
jurnal.pdf
Restricted to Registered users only

Download (462kB)

Abstract

Penelitian oleh Anton Pramuditha Atmodjo, NIM: 221017450021, Judul ”EFEKTIVITAS PENERAPAN PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PELARANGAN PENGEDARAN, PENJUALAN, DAN PENGGUNAAN MINUMAN BERALKOHOL.” Penelitian ini mengkaji efektivitas penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang Selatan Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pelarangan Pengedaran, Penjualan, dan Penggunaan Minuman Beralkohol di Kota Tangerang Selatan. Meskipun Perda ini melarang segala bentuk produksi, distribusi, dan penjualan minuman beralkohol, pelanggaran masih marak terjadi, ditunjukkan oleh penyitaan ribuan botol minuman keras setiap tahun (misalnya, 6.420 botol pada 2022 dan 75.279 botol pada April-Mei 2024) serta kasus kriminalitas terkait alkohol, seperti pemerkosaan, tawuran, dan kecelakaan akibat pengemudi mabuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris untuk menganalisis penerapan dan efektivitas Perda, dengan fokus pada mekanisme pengawasan, penegakan hukum, dan sosialisasi oleh Satpol PP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta kepolisian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Perda tidak konsisten akibat lemahnya pengawasan, minimnya koordinasi antarinstansi, sanksi yang tidak memberikan efek jera, dan rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Efektivitas Perda juga rendah karena gagal memutus rantai distribusi minuman keras, baik legal maupun ilegal, yang diperparah oleh penjualan melalui warung jamu, kafe, dan platform digital. Faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya (hanya 40 personel Satpol PP untuk 1,4 juta jiwa), anggaran minim, dan perbedaan regulasi dengan wilayah tetangga seperti Jakarta. Penelitian merekomendasikan revisi Perda dengan sanksi lebih tegas, peningkatan kapasitas Satpol PP, pengembangan sistem pengawasan digital, sosialisasi intensif, dan koordinasi lintas instansi untuk memastikan kepastian hukum dan perlindungan masyarakat sesuai prinsip negara hukum dan good local governance.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Jejen Juanda
Date Deposited: 17 Jun 2026 11:33
Last Modified: 17 Jun 2026 11:33
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/20129

Actions (login required)

View Item View Item