Tindak Pidana Pencabulan Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak (Analisis Putusan Nomor 2121/Pid.Sus/2022/PN Tng)

Uky Astrawan, . (2025) Tindak Pidana Pencabulan Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak (Analisis Putusan Nomor 2121/Pid.Sus/2022/PN Tng). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (796kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (336kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (341kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (299kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (346kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (300kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (401kB)

Abstract

Tindak pidana pencabulan adalah tindakan yang bertentangan dengan norma kesopanan dan kesusilaan yang berkaitan dengan nafsu birahi kelamin. Pencabulan yang diperbuat guru yang tidak pantas kepada anak tentunya akan berdampak pada perkembangan psikologis anak sebagai korban. Tindak pidana pencabulan diatur dalam pasal 289 sampai 296 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dalam buku II bab XIV tentang kejahatan terhadap kesusilaan. Pemerintah juga mengatur dalam Pasal 76E dan pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Permasalahan yang diangkat dalam penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab guru melakukan tindak pidana pencabulan dan mengetahui pertimbangan majelis hakim dalam Putusan Nomor 2121/Pid.Sus/2022/PN Tng, dengan fokus pada kesesuaian unsur-unsur tindak pidana dalam Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dan pertimbangan hukum majelis hakim dalam menjatuhkan putusan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kajian dokumen, termasuk salinan putusan pengadilan, peraturan perundang- undangan, serta literatur hukum terkait. Penelitian ini menganalisis apakah pertimbangan yuridis hakim telah memenuhi asas keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan terhadap anak sebagai korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Putusan Nomor 2121/Pid.Sus/2022/PN Tng, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencabulan sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan hukum dalam putusan tersebut telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Namun demikian, perlu adanya penguatan aspek rehabilitasi psikologis bagi korban serta pemberian pelatihan atau terapi khusus bagi pelaku agar dapat mencegah terjadinya residivisme. Hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi aparat penegak hukum dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak secara lebih komprehensif dan berperspektif perlindungan anak.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: encabulan Anak, Perlindungan Anak, Undang-Undang, Tindak Pidana
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad
Date Deposited: 04 Jun 2026 07:24
Last Modified: 04 Jun 2026 07:24
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19963

Actions (login required)

View Item View Item