Perlindungan Hukum Merek Terdaftar Berdasarkan Prinsip First To File Sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis (Studi Kasus Putusan Nomor 491 K/Pdt.Sus-HKI/2025)

Sahadi, . (2025) Perlindungan Hukum Merek Terdaftar Berdasarkan Prinsip First To File Sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis (Studi Kasus Putusan Nomor 491 K/Pdt.Sus-HKI/2025). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (941kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (296kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (295kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (215kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (975kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (181kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (246kB)

Abstract

Merek bukan hanya sekadar simbol komersial, melainkan juga representasi dari reputasi, kualitas, dan kepercayaan konsumen terhadap suatu produk. Oleh karena itu, perlindungan terhadap merek merupakan kebutuhan hukum yang fundamental dalam dunia usaha. Untuk mengatasi adanya pelanggaran merek tersebut diperlukan pelindungan hukum terhadap pemegang merek. Agar merek dilindungi secara hukum, merek tersebut harus didaftarkan terlebih dahulu. Tujuannya untuk mencegah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan merek yang telah dibuat, meskipun pada kenyataannya tidak semua merek bisa didaftarkan apabila pendaftaran merek dilakukan dengan iktikad tidak baik (bad faith). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengatahui perlindungan hukum merek terdaftar berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis atas sengketa Merek “MOTORBATT” dengan “MOTOBATT” dan untuk melihat serta mengkaji pertimbangan hukum Mahkamah Agung dalam menerapkan prinsip First to File dalam Putusan Nomor 491 K/Pdt.Sus-HKI/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode analisis deskriptif-kualitatif, serta menelaah peraturan perundang- undangan, doktrin, dan putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip First to File memberikan perlindungan hukum eksklusif kepada pihak yang lebih dahulu mendaftarkan mereknya ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia. Dalam kasus sengketa antara Kristianto Hartono (Penggugat) dan PT. Motobatt Indonesia (Tergugat), Mahkamah Agung menolak gugatan pembatalan merek karena tidak terbukti adanya iktikad tidak baik dalam pendaftaran. Putusan ini menunjukkan bahwa Mahkamah Agung konsisten menerapkan prinsip First to File secara formil dan ketat. Hak atas merek diberikan kepada pihak yang terlebih dahulu mendaftarkan, selama tidak dapat dibuktikan bahwa pendaftaran tersebut dilakukan secara curang atau dengan maksud jahat. Perlindungan hukum terhadap merek hanya diberikan kepada pihak yang secara formal telah memenuhi ketentuan pendaftaran sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Implikasi dari putusan ini adalah pentingnya pendaftaran merek sejak dini untuk memperoleh kepastian hukum, serta perlunya pembaruan regulasi terkait standar pembuktian iktikad tidak baik agar lebih memberikan perlindungan hukum yang adil bagi pihak yang memiliki niat baik dan penggunaan yang sah atas suatu merek.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Perlindungan Hukum, Merek Terdaftar, First to File, Iktikad Tidak Baik, Putusan Mahkamah Agung
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad
Date Deposited: 19 May 2026 06:49
Last Modified: 19 May 2026 06:49
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19803

Actions (login required)

View Item View Item