Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pengedaran Sediaan Farmasi Secara Ilegal Berdasarkan Pasal 79 Ayat (2) Undang- Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (Analisa Putusan Nomor : 28/Pid.Sus-Anak/2024/PN.Tng)

Sabrina, . (2025) Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Pengedaran Sediaan Farmasi Secara Ilegal Berdasarkan Pasal 79 Ayat (2) Undang- Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (Analisa Putusan Nomor : 28/Pid.Sus-Anak/2024/PN.Tng). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (310kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (253kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (47kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (160kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (99kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (352kB)

Abstract

Tindak pidana yang dilakukan oleh anak menjadi perhatian yang serius, terutama dalam penyebaran sediaan farmasi secara ilegal, khususnya obat-oabatan obatan keras seperti tramadol, hexymer, dan sejenisnya. Seperti yang terjadi di wilayah hukum Pengadilan Negeri Tangerang yaitu pengedaran sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dalam Putusan Nomor : 28/Pid.Sus-Anak/2024/PN. TNG. Permasalahan yang ada di dalam Skripsi ini adalah : Bagaimana penerapan sanksi hukum terhadap anak di bawah umur sebagai pelaku tindak pidana pengedaran sediaan farmasi secara ilegal dan Bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan hukuman terhadap pelaku anak yang melakukan tindak pidana pengedaran sediaan farmasi secara ilegal berdasarkan Pasal 79 Ayat (2) Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak dalam Putusan Nomor : 28/Pid.Sus-Anak/2024/PN.Tng. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori pemidanaan. Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang- undangan (statue approach), dan pendekatan kasus (case approach). Sumber dan bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak pelaku dianggap mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan Putusan hakim yang menjatuhkan pidana 20 hari terhadap anak pelaku pengedaran sediaan farmasi ilegal dinilai tidak proporsional dengan ancaman pidana dalam Pasal 435 UU No. 17 Tahun 2023. Meskipun pasal 79 ayat (2) UU SPPA mengatur pidana maksimal ½ dari ancaman dewasa, sanksi yang terlalu ringan berpotensi melemahkan efek jera dan daya preventif hukum. Oleh karena itu, penjatuhan pidana seharusnya mempertimbangkan keseimbangan antara perlindungan anak, tanggung jawab hukum, dan kepentingan kesehatan masyarakat.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Anak, Pertanggungjawaban, Sediaan Farmasi, Pertimbangan Hakim
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad
Date Deposited: 19 May 2026 06:24
Last Modified: 19 May 2026 06:24
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19802

Actions (login required)

View Item View Item