Rudi Prasetyo, . (2025) Peranan Penyidik Dalam Penindakan Dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Golongan I Ditinjau Dari Pasal 112 Juncto Pasal 114 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika (Studi Kasus Di Polres Tangerang Selatan). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (658kB) |
Abstract
Fenomena dalam peranan kepolisian dalam lingkup penyidikan terhadap tindak pidana narkoba yang dilakukan oleh anak di Wilayah Hukum Polres Tangerang Selatan kerap kali terjadi dalam rangka penyelesaian atau pengungkapan tindak pidana ini. Penyelidikan terhadap tindak pidana narkoba memiliki kekhususan/kekhasan dibanding dengan tindak pidana lainnya. Tindak pidana narkoba merupakan extra ordinary crime, yang mempunyai ciri terselubung, jaringannya luas, serta sulit pengungkapannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penyidik dalam penindakan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika golongan I di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan, untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh penyidik dalam penindakan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika golongan I di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian empiris yang bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian ini diketahui bahwa Peran Penyidik Dalam Penindakan dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Golongan I di Wilayah Hukum Polres Tangerang Selatan meliputi pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi. Kami melakukan penyelidikan, penangkapan, dan penyidikan terhadap pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Selain itu juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk program rehabilitasi. Peran penyidik Polres Tangerang Selatan dalam mengungkap proses penyelesian tindak pidana narkotika terwujud dalam rangkaian tindakan polisi yang berawal dari adanya informasi masyarakat atau anggota polisi, lalu ditimbulkan atau dibuatkan laporan informasi yang kemudian diterbitkan surat perintah penyelidikan. Setelah itu diadakan penyelidikan dan tersusun hasil penyelidikan, dan apabila ternyata benar bahwa informasi tersebut mengarah ke penyelahgunaan narkotika, maka dapat dilakukannya penangkapan dan kemudian dilanjutkan proses penyidikan terhadap pelaku tindak pidana narkotika. Kendala-kendala yang Dihadapi Dalam Pelaksanaan Penyidikan Terhadap Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Golongan I di Satuan Narkotika Polres Tangerang Selatan, diantaranya: Jumlah personil pada Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan yang kurang, mengakibatkan belum maksimalnya proses penyidikan; Belum adanya penyidik khusus yang menangangi kasus tindak pidana pada Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan; Kurangnya koordinasi antar instansi yang terkait baik dari Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, Pembimbing Kemasyarakatan BAPAS, Pusat Rehabilitasi, Orang Tua/Wali dan masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan tidak adanya laporan evaluatif terhadap proses penyidikan kasus tindak pidana narkotika. Kurang efektifnya lembaga-lembaga yang menaruh perhatian terhadap narkotika
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penyidik, Penyalahgunaan Narkotika Golongan I |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad |
| Date Deposited: | 19 May 2026 06:16 |
| Last Modified: | 19 May 2026 06:16 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19801 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
