Rizaldi Wiriyawan Albarkah, . (2025) Kewajiban Hukum Debitur Atas Pinjaman Online Ilegal Dihubungkan Dengan Prinsip Tidak Seorangpun Dapat Menuntut Berdasarkan Perbuatan Tercela Sendiri (Studi Kasus di Lingkungan Kelurahan Sukatani). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (777kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (270kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (289kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (114kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (348kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (92kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (483kB) |
Abstract
Permasalahan muncul ketika debitur melakukan wanprestasi atau cidera janji terhadap kesepakatan yang telah dibuat dengan platform pinjol ilegal. Wanprestasi yang dimaksud dapat berupa perubahan sepihak terhadap suku bunga, penambahan biaya yang tidak disepakati sebelumnya, penyalahgunaan data pribadi, hingga praktik penagihan yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.apakah kewajiban hukum debitur tetap berlaku penuh ketika kreditur (platform pinjol) sendiri beroperasi melanggar hukum. Metode Penelitian Rasional berarti bahwa kegiatan penelitian dilakukan dengan cara yang logis, masuk akal, dan dapat dipahami melalui penalaran dan analisis manusia. Secara prinsip penting yang memastikan bahwa kegiatan penelitian dilakukan dengan cara yang logis dan masuk akal. Empiris dalam penelitian berarti metode yang digunakan dapat diamati dan diketahui oleh orang lain melalui pengalaman dan pengamatan langsung menggunakan indera manusia. Perjanjian antara debitur dengan pinjol ilegal mengandung cacat hukum sehingga dapat dibatalkan. Cacat hukum terjadi karena platform beroperasi tanpa izin dan telah melanggar aturan serta tidak memenuhi "sebab yang halal" dalam Pasal 1320 KUHPerdata. "nemo auditur propriam turpitudinem allegans atau prinsip tidak seorangpun dapat menuntut berdasarkan perbuatan tercela sendiri" memberikan perlindungan hukum kuat bagi debitur wanprestasi terhadap tuntutan pinjol ilegal. Kampanye publik tentang bahaya pinjol ilegal dan cara mengidentifikasinya harus dilakukan secara berkelanjutan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Bagi yang sedang menghadapi kesulitan keuangan,sangat disarankan untuk mencari alternatif pembiayaan yang legal dan aman, seperti kredit dari bank konvensional, lembaga keuangan mikro, koperasi, atau yang lainnya. Meskipun prosesnya mungkin lebih lama, namun keamanan yang diberikan jauh lebih terjamin.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pinjaman Online Ilegal, Prinsip Nemo Auditur Propriam Turpitudinem Allegans, Cacat Hukum Perjanjian |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad |
| Date Deposited: | 18 May 2026 07:17 |
| Last Modified: | 18 May 2026 07:17 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19783 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
