Muhamad Adinia Rahman, . (2025) Perlindungan Hukum Pemilik Hak Cipta Terhadap Pelaku Spoiler Film Berdasarkan Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta ( Studi Kasus : Film Budi Pekerti Di Telegram ). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (300kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (287kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (125kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (351kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (54kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (323kB) |
Abstract
Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Pamulang, Dosen Pembimbing Anak Agung Dewi Utari,S.H., M.H, Di era digital, teknologi mengalami kemajuan pesat, telah memunculkan tantangan baru terkait perlindungan hak cipta, khususnya terhadap karya sinematografi. Salah satu bentuk pelanggaran yang kian berkembang adalah penyebaran spoiler film secara ilegal melalui media sosial, seperti Telegram. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perlindungan hukum Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta serta akibat hukum terhadap pelaku spoiler film, dengan fokus pada kasus penyebaran film Budi Pekerti di platform Telegram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode hukum empiris, yang mengandalkan data nyata dari perilaku manusia, diperoleh melalui teknik wawancara dan observasi langsung, guna memahami penerapan hukum dalam praktik. Penelitian ini juga menggunakan spesifikasi berupa deskriptif, yang bertujuan untuk menyajikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi faktual yang sedang berlangsung. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi dan menguraikan data secara sistematis, sehingga dapat menggali nilai-nilai ideal yang berkaitan dengan objek kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Undang – Undang Hak Cipta telah mengatur perlindungan terhadap karya sinematografi, penegakan hukum masih lemah akibat kendala budaya hukum masyarakat, minimnya pelaporan, serta kurangnya pemahaman terhadap hak cipta. Akibat hukum atas tindakan spoiler meliputi ancaman pidana dan sanksi administratif, namun belum ada preseden hukum yang menindak secara tegas pelaku spoiler di media sosial. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan struktur hukum, peningkatan literasi masyarakat, serta pembentukan regulasi turunan yang lebih spesifik dalam menghadapi pelanggaran hak cipta di era digital.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hak Cipta, Spoiler Film, Telegram, Sinematografi, Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 08:37 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 08:37 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19524 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
