Mislina Elsani, . (2025) Analisis Yuridis Cerai Talak Berdasarkan Sema No. 3 Tahun 2023 Tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2023 Sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan (Analisis Putusan No. 352/Pdt.G/2024/PA.Pwt). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (324kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (303kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (110kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (236kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (157kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (336kB) |
Abstract
Perkara perceraian di Indonesia terus menunjukkan angka peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun, sehingga memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas perlindungan hukum dalam menjaga keutuhan rumah tangga. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Putusan Nomor 352/Pdt.G/2024/PA.Pwt yang memutus perkara cerai talak dengan alasan perselisihan dan pertengkaran terus-menerus. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup: Bagaimana pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam Putusan Nomor 352/Pdt.G/2024/PA.Pwt, dan Bagaimana kepastian hukum dalam putusan tersebut berdasarkan ketentuan Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 3 Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus (case approach), yang dianalisis secara kualitatif berdasarkan bahan hukum primer berupa putusan pengadilan dan peraturan perundang-undangan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim mendasarkan pertimbangannya pada Pasal 116 huruf f KHI, yang membolehkan perceraian apabila telah terjadi perselisihan dan pertengkaran terus-menerus tanpa harapan hidup rukun kembali. Selain itu, proses persidangan telah memenuhi ketentuan hukum acara dan menghasilkan amar putusan yang menetapkan talak satu raj’i serta hak-hak Termohon berupa nafkah iddah dan mut’ah. Dari sisi Kompilasi Hukum Islam (KHI), putusan ini mencerminkan kepastian hukum secara substantif dan prosedural. Namun, apabila ditinjau dari SEMA No. 3 Tahun 2023, syarat minimal pisah tempat tinggal selama enam bulan belum terpenuhi. Meski demikian, Majelis tetap mengabulkan permohonan karena mempertimbangkan fakta persidangan dan tidak adanya harapan rujuk, sehingga keadilan substantif dan kemanfaatan hukumlah yang diutamakan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cerai talak, pertimbangan hakim, kepastian hukum, Kompilasi Hukum Islam, SEMA No. 3 Tahun 2023 |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 03:34 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 03:34 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19510 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
