Tinjauan Yuridis Akibat Hukum Perkawinan Beda Agama Berdasarkan Sema Nomor 2 Tahun 2023 (Analisis Putusan Nomor 423/Pdt.P/2023/Pn Jkt.Utr)

Laysya Vena Nazaretha, . (2025) Tinjauan Yuridis Akibat Hukum Perkawinan Beda Agama Berdasarkan Sema Nomor 2 Tahun 2023 (Analisis Putusan Nomor 423/Pdt.P/2023/Pn Jkt.Utr). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (138kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (274kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (119kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (168kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (10kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (193kB)

Abstract

Perkawinan ialah hubungan antara laki- laki dan wanita untuk membentuk suatu keluarga yang bahagia dan kekal. Namun tidak sedikit juga pasangan yang melangsungkan perkawinan beda agama di Indonesia ini. Perkawinan beda agama adalah suatu ikatan perkawinan dimana kedua calon mempelai merupakan pasangan yang berbeda keyakinan. Perkawinan beda agama merupakan salah satu fenomena permasalahan yang sedang tinggi dalam lingkup perkawinan. Salah satunya pada Penetapan Putusan yang penulis teliti ini. Penelitian ini membahas terkait masalah akibat hukum perkawinan beda agama yang dilihat berdasarkan aturan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) sesuai dengan Putusan Nomor 423/Pdt.P/2023/PN.Jkt.Utr. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode kualitatif, analisa putusan dengan data sekunder dari studi pustaka. Penelitian ini membahas tentang pertimbangan seorang hakim dalam memutuskan penetapan suatu perkawinan beda agama, dan juga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suatu akibat hukum dari adanya perkawinan beda agama. Teori yang digunakan untuk penelitian ini yaitu teori pluralisme hukum dan juga kepastian hukum. Dalam putusan Nomor 423/Pdt.P/2023/PN.Jkt.Utr, hakim memutuskan untuk mengabulkan permohonan pencatatan perkawinan beda agama dikarenakan menurut sudut pandang hakim, Katolik dan Kristen Protestan bukanlah perkawinan yang dapat dikatakan perkawinan beda agama. masyarakat harus tahu bahwa perkawinan beda agama juga dapat menimbulkan akibat hukum, contoh nya keabsahan perkawinan beda agama tersebut, lalu status anak dikemudian hari dan juga dapat menyebabkan perceraian. Undang-Undang Perkawinan tidak menjelaskan secara jelas bahwa perkawinan beda agama itu dilarang melainkan hanya berupa kalimat yang menjelaskan perkawinan yang sah harus sesuai dengan kepercayaan masing-masing, maka dari itu kalimat yang dituliskan dalam Undang-Undang Perkawinan ini menimbulkan penuh tanda tanya tentang kejelasan perkawinan beda agama, adanya kekosongan hukum dalam aturan tersebut. Masyarakat harus mengetahui dengan jelas aturan maupun konsekuensi dari sebuah perkawinan yang dilakukan secara berbeda keyakinan. Penelitian ini menyarankan, hakim dapat menetapkan suatu putusan untuk sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan juga dalam penelitian ini, penulis menyarankan agar peningkatan kesadaran masyarakat akan akibat hukum dari perkawinan beda agama lebih terbuka. Upaya ini juga perlu melibatkan tidak hanya dari aturan- aturan pemerintah melainkan harus melibatkan aturan-aturan dari agama yang diakui oleh Negara Indonesia ini.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Perkawinan, Beda Agama, Akibat Hukum
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Mahlil Muhammad
Date Deposited: 25 Apr 2026 02:27
Last Modified: 25 Apr 2026 02:27
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19484

Actions (login required)

View Item View Item