Dhafi Achmad Fauzan, . (2025) Perlindungan Hak Cipta Terhadap Pembajakan Film Jagat Arwah 2022 Melalui Aplikasi Telegram Tanpa Izin Dari Pemegang Hak Film Di Tinjau Dari Undang Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta (Studi Kasus Pada Produser Film Jagat Arwah Karya Seni Tersi Eva Ranti). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (283kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (533kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (614kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (206kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (689kB) |
Abstract
Perlindungan hukum terhadap karya cipta sinematografi menjadi isu krusial di era digital, khususnya dalam menghadapi praktik pembajakan melalui platform digital seperti Telegram. Karya film sebagai hasil ekspresi intelektual dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, yang memberikan hak eksklusif kepada pencipta atau pemegang hak cipta, baik dalam bentuk hak moral maupun hak ekonomi. Namun, perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan serius dalam implementasi hak cipta, salah satunya adalah penyebaran ilegal karya film melalui kanal Telegram oleh pihak-pihak yang tidak memiliki izin. Tindakan ini tidak hanya melanggar hak cipta, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi serta menghambat perkembangan industri kreatif nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap karya cipta sinematografi berdasarkan ketentuan perundang-undangan di Indonesia serta mengidentifikasi kendala dalam penegakannya terhadap pelanggaran hak cipta di platform digital. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi hukum telah tersedia, seperti UU Hak Cipta dan UU ITE, pelaksanaan dan penegakan hukum masih menghadapi berbagai hambatan, termasuk identitas pelaku yang sulit dilacak serta lemahnya pengawasan dan kesadaran hukum masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, edukasi publik, serta kerja sama lintas sektor dan lintas negara guna memastikan perlindungan maksimal terhadap karya cipta sinematografi di era digital.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hak Cipta, Karya Sinematografi, Perlindungan Hukum, Telegram, Pembajakan Digital |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad |
| Date Deposited: | 04 Apr 2026 02:14 |
| Last Modified: | 04 Apr 2026 02:14 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19211 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
