Chantika Margaretha, . (2025) Perlindungan Hukum Terhadap Transaksi Dalam Pembelian Tiket Konser K-Pop Secara Online Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik Dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (985kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (264kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (247kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (51kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (392kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (111kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (181kB) |
Abstract
Fenomena Korean Wave atau Hallyu telah berkembang pesat di Indonesia, khususnya melalui konser musik K-pop yang semakin diminati masyarakat. Antusiasme tinggi penggemar menyebabkan tingginya permintaan tiket konser yang mayoritas dijual secara online. Namun, kemudahan transaksi digital ini juga menimbulkan berbagai permasalahan hukum, seperti penipuan tiket, pembatalan konser sepihak, penggelapan dana, dan penyalahgunaan data pribadi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap konsumen dalam transaksi pembelian tiket konser K-pop secara online berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta mengkaji penegakan hukum terhadap pelanggaran hak konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan (statutory approach) dan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara, kuesioner kepada 25 responden, serta kajian literatur terkait perlindungan konsumen dan transaksi elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun UU ITE, UU Perlindungan Konsumen, dan PP PSTE telah mengatur hak konsumen dalam transaksi elektronik, implementasi perlindungan hukum masih lemah. Konsumen sering kesulitan mendapatkan refund, menghadapi respon lambat dari penyelenggara, dan kurang mengetahui mekanisme pengaduan yang efektif. Selain itu, penegakan hukum terhadap pelanggaran hak konsumen dinilai tidak optimal karena minimnya pengawasan dan sanksi tegas bagi pelaku usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan hukum terhadap pembelian tiket konser K-pop secara online belum berjalan maksimal. Diperlukan penguatan regulasi, peningkatan literasi hukum konsumen, sistem penjualan tiket yang lebih transparan, serta penegakan hukum yang lebih tegas untuk menjamin hak konsumen. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan regulasi perlindungan konsumen dalam transaksi digital, khususnya pada industri hiburan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perlindungan hukum, transaksi elektronik, UU ITE, tiket konser K-pop, hak konsumen |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 06:38 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 06:38 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19171 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
