Tinjauan Yuridis Obstruction Of Justice Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Yang Melibatkan Peran Advokat (Studi Putusan Nomor 3/Pid.Sus-TPK/2022/PN. Jmb)

Christian Pascah, . (2025) Tinjauan Yuridis Obstruction Of Justice Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Yang Melibatkan Peran Advokat (Studi Putusan Nomor 3/Pid.Sus-TPK/2022/PN. Jmb). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (767kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (473kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (608kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (303kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (485kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (265kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (501kB)

Abstract

Penelitian ini secara mendalam mengkaji mengenai bentuk, karakteristik, serta penerapan tindak pidana obstruction of justice dalam perkara tindak pidana korupsi yang melibatkan seorang advokat, dengan studi kasus terfokus pada Putusan Pengadilan Negeri Jambi Nomor 3/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Jmb. Fokus utama penelitian ini tidak hanya terletak pada aspek formil mengenai konstruksi hukum dari tindak pidana obstruction of justice, tetapi juga pada bagaimana praktik nyata di persidangan menafsirkan dan menerapkan ketentuan hukum yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara komprehensif bagaimana suatu perbuatan yang dikategorikan sebagai obstruction of justice dapat dikualifikasikan secara yuridis berdasarkan ketentuan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta untuk melihat sejauh mana norma tersebut efektif ditegakkan terhadap pelaku yang berasal dari profesi hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif, yang mengandalkan analisis terhadap dokumen putusan pengadilan, ketentuan peraturan perundang-undangan yang relevan, serta doktrin-doktrin hukum dari para sarjana sebagai rujukan akademis. Melalui pendekatan ini, penelitian tidak hanya menyoroti aspek normatif dari aturan hukum, tetapi juga berupaya memahami bagaimana aturan tersebut diimplementasikan dalam praktik peradilan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh fakta bahwa terdakwa yang berprofesi sebagai advokat terbukti secara sadar dan sengaja memberikan arahan kepada saksi agar tidak memenuhi panggilan penyidik dalam proses penyidikan perkara korupsi, serta bahkan mengajak saksi untuk meninggalkan ruang pemeriksaan, yang pada akhirnya menyebabkan proses penyidikan menjadi terhambat. Majelis Hakim kemudian menilai bahwa perbuatan tersebut secara nyata telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana obstruction of justice sebagaimana dirumuskan dalam Pasal 21 UU Tipikor, sehingga dapat dijatuhi pertanggungjawaban pidana. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun pelaku berasal dari kalangan profesi hukum, dalam hal ini seorang advokat yang seharusnya menjunjung tinggi prinsip keadilan dan integritas hukum, hal tersebut tidak serta merta menjadikannya kebal terhadap ketentuan pidana apabila terbukti melakukan tindakan yang justru mengganggu dan menghalangi jalannya proses penegakan hukum.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Obstruction of Justice, Advokat, Tindak Pidana Korupsi
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Mahlil Muhammad
Date Deposited: 01 Apr 2026 06:33
Last Modified: 01 Apr 2026 06:34
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19170

Actions (login required)

View Item View Item