Abyan Farras Wijaya, . (2025) Sebab Putusnya Perkawinan Yang Di Dasarkan Pada Pisah Rumah Suami Dan Istri Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Juncto Kompilasi Hukum Islam (Studi Putusan Nomor 319/Pdt.G/2025/PA.Jmb). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (787kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (524kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (318kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (189kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (323kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (150kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (408kB) |
Abstract
Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Pamulang, Dosen Pembimbing Widiyanti Rahayu Budi Astuti, S.H., M.H. Perceraian pada hakikatnya adalah suatu proses dimana hubungan suami istri tatkala tidak ditemui lagi keharmonisan dalam perkawinan. Dalam dengan ketentuan pasal 39 UU No.1 tahun 1974 Tentang Perkawinan Perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang pengadilan. Tergugat atau termohon yang telah dipanggil dengan patut, ia atau kuasa sahnya tidak datang menghadap maka perkaranya akan diputus secara verstek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum ketidakhadiran tergugat atau termohon dalam sidang perkara perceraian dan pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara perceraian dengan verstek. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normative dengan spesifikasi penelitian menggunakan deskriptif analitis. Sumber data penelitian ini menggunakan data primer yang sifatnya sebagai pendukung data sekunder dan data tersier, yang berupa bahan hukum primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data dari berbagai peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, serta penelusuran di internet, sedangkan Teknik analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa tergugat atau termohon tidak diperkenankan untuk permohonan banding, melainkan hanya diperkenankan mengajukan perlawanan (verzet). Perlawanan ini diajukan sama halnya dengan mengajukan gugatan biasa. Acara pemeriksaan persidangan dan putusan terhadap perkara perlawanan seperti perkara biasa. Sehingga yang mengajukan perlawanan dahulu berkedudukan sebagai tergugat, dalam hal pembuktian harus tetap diperlakukan seperti tergugat. Pertimbangan hakim pada putusan 319/Pdt.G/2025/PA.Jmb Termohon yang telah dipanggil secara resmi dan patut akan tetapi tidak menghadap persidangan, harus dinyatakan tidak hadir dan permohonan Pemohon tersebut harus diperiksa secara verstek, vide Pasal Pasal 149 ayat (1) R.Bg.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkawinan, Perceraian, Verstek |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 06:46 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 06:46 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/18618 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
