Analisis Komposisi Air Pada Feses Kerbau Terhadap Kuantitas Biogas Dan Volume Pupuk Padat Dan Cair Yang Di Hasilkan

Eliyaman Ndruru, . (2025) Analisis Komposisi Air Pada Feses Kerbau Terhadap Kuantitas Biogas Dan Volume Pupuk Padat Dan Cair Yang Di Hasilkan. Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (483kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (699kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (239kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (174kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (492kB)

Abstract

Krisis energi global dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil mendorong pengembangan energi terbarukan, salah satunya adalah biogas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi air pada feses kerbau terhadap kuantitas biogas serta volume pupuk padat dan cair yang dihasilkan dari proses fermentasi anaerob. Penelitian dilakukan dengan dua variasi rasio campuran feses dan air, yaitu 1:1 dan 1:1,5, menggunakan digester tipe batch berkapasitas 40 liter, dengan waktu retensi 25 hari. Hasil menunjukkan bahwa rasio 1:1,5 menghasilkan volume biogas yang lebih besar, ditandai dengan durasi nyala api lebih lama dan tekanan gas lebih tinggi dibanding rasio 1:1. Selain itu, volume pupuk cair dan padat juga meningkat seiring kenaikan komposisi air. Dengan demikian, pengaturan rasio air yang optimal dalam campuran feses kerbau berpengaruh signifikan terhadap produksi biogas dan pemanfaatan limbah sebagai pupuk organik. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam pemanfaatan limbah ternak sebagai sumber energi alternatif yang efisien dan ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio 1:1 menghasilkan nyala api rata-rata 3,45 menit dengan tekanan maksimum 1,4 kPa, sedangkan rasio 1:1,5 menghasilkan nyala api rata-rata 4,25 menit dengan tekanan maksimum 1,7 kPa. Pupuk padat yang dihasilkan pada rasio 1:1 sebanyak 7,2 kg dan pupuk cair 6,5 liter, sementara pada rasio 1:1,5 pupuk padat sebanyak 6,3 kg dan pupuk cair 13,1 liter. Variasi 1:1,5 terbukti memberikan hasil biogas lebih banyak dan durasi pembakaran lebih lama, serta menghasilkan pupuk organik padat dan cair dengan volume lebih tinggi dibandingkan variasi 1:1.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Biogas, Feses Kerbau, Komposisi Air, Energi Terbarukan, Pupuk Organik, Digester Anaerob
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Mathematics
Depositing User: Mahlil Muhammad, S.IP
Date Deposited: 08 Jan 2026 06:45
Last Modified: 08 Jan 2026 06:45
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/18380

Actions (login required)

View Item View Item