Rina Sigalingging, . (2025) Penegakan Hukum Terhadap Individu Yang Mengedarkan Dan Menyalahgunakan Narkotika Secara Sadar Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika (Analisis Putusan Nomor: 621/Pid.B/2023/Pn.Jkt.Tim). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (195kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (236kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (99kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (274kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (92kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (319kB) |
Abstract
Tindak pidana narkotika merupakan bentuk kejahatan luar biasa karena berdampak luas terhadap masyarakat, hukum, dan stabilitas sosial. Penelitian ini membahas mengenai bagaimana hukum diterapkan terhadap individu yang mengedarkan narkotika secara sadar, dengan fokus pada Putusan Nomor 621/Pid.B/2023/PN.Jkt.Tim. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan metode analisis kualitatif, yaitu dengan mengkaji peraturan perundang-undangan serta menelaah isi putusan pengadilan secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Meskipun terdakwa bertindak sendiri, tidak tergabung dalam jaringan besar, dan peredaran dilakukan dalam skala kecil, hakim tetap menjatuhkan pidana penjara yang bersifat represif. Putusan tersebut tidak mempertimbangkan kemungkinan pendekatan rehabilitatif sebagaimana diatur dalam Pasal 54 dan 127 UU Narkotika, padahal terdakwa juga menunjukkan ciri-ciri sebagai pengguna yang berpotensi menjadi korban ketergantungan. Hal ini menunjukkan bahwa sistem peradilan masih cenderung fokus pada pemberian hukuman sebagai pembalasan, bukan sebagai sarana pemulihan. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan keadilan restoratif dalam kasus semacam ini, agar pelaku yang bertindak secara individual dan dalam tekanan ekonomi tetap mendapat perlindungan hukum dan peluang untuk direhabilitasi. Dengan demikian, pemidanaan tidak hanya menjadi alat untuk menakut-nakuti, tetapi juga sarana memperbaiki dan mengembalikan pelaku ke masyarakat secara lebih manusiawi.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tindak pidana narkotika, Pengedar individu, UU No. 35 Tahun 2009, Putusan pengadilan, Keadilan restoratif |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad, S.IP |
| Date Deposited: | 22 Oct 2025 06:41 |
| Last Modified: | 22 Oct 2025 06:41 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17778 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
