Wanprestasi Bank Terhadap Debitur Dalam Perjanjian Kredit Kepemilikan Gudang Dengan Agunan Ditinjau Dari Asas Pacta Sunt Servanda Dan Prinsip Kehati-Hatian Perbankan (Analisis Putusan Nomor 2149 K/Pdt/2024)

Nurul Farida, . (2025) Wanprestasi Bank Terhadap Debitur Dalam Perjanjian Kredit Kepemilikan Gudang Dengan Agunan Ditinjau Dari Asas Pacta Sunt Servanda Dan Prinsip Kehati-Hatian Perbankan (Analisis Putusan Nomor 2149 K/Pdt/2024). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (283kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (325kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (221kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (295kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (190kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (312kB)

Abstract

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk merupakan bank milik negara terbesar yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip kepercayaan, kerahasiaan, kehati-hatian, dan mengenal nasabah. Keempat prinsip ini menjadi fondasi penting dalam operasional perbankan, khususnya dalam pemberian fasilitas kredit. Prinsip kehati-hatian sangat diperlukan untuk mencegah risiko kerugian, baik bagi bank maupun nasabah. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan permasalahan yang berdampak hukum, sebagaimana tercermin dalam Putusan Nomor 2149 K/Pdt/2024. Penelitian ini membahas dua permasalahan utama, yaitu bentuk wanprestasi yang dilakukan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Surabaya Jemursari dalam perjanjian kredit, serta pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan pendekatan perundang-undangan melalui studi kepustakaan terhadap dokumen hukum dan peraturan yang relevan. Dalam perkara tersebut, Para Penggugat telah melunasi seluruh kewajiban kredit beserta jaminan berupa sertifikat hak atas tanah. Namun, pihak bank tidak mengembalikan sertifikat yang menjadi hak Para Penggugat. Tindakan ini dikualifikasikan sebagai wanprestasi karena bertentangan dengan Pasal 1338 KUH Perdata, UU Perbankan, UU Perlindungan Konsumen, serta POJK Nomor 22 Tahun 2023. Meskipun proses pengurusan sertifikat melibatkan pihak developer, prinsip kehati-hatian tetap mewajibkan bank untuk memastikan hak nasabah dilindungi. Pertimbangan hakim dalam perkara ini dinilai tepat secara substansi karena mengedepankan perlindungan konsumen dan kepastian hukum, namun belum sepenuhnya seimbang dalam beban tanggung jawab.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Perjanjian Kredit, Wanprestasi, Prinsip Kehati-hatian Perbankan, Perlindungan Konsumen
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad, S.IP
Date Deposited: 15 Oct 2025 08:20
Last Modified: 15 Oct 2025 08:20
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17722

Actions (login required)

View Item View Item