Amalia Indah Cahyani, . (2025) Penyertaan Kejahatan Terhadap Nyawa Yang Dilakukan Oleh Anak Di Tinjau Dari Pasal 69 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (Analisis Putusan Nomor 15/Pid.Sus-Anak/2020/Pn Btl). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (176kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (310kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (14kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (120kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (9kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (254kB) |
Abstract
Tindak kriminal yang dilakukan oleh anak-anak, terutama dalam situasi yang berujung pada kematian, tidak hanya bergantung pada aspek hukum pidana, tetapi juga memiliki hubungan yang kuat dengan dimensi sosial dan perlindungan anak. Anak-anak yang berhadapan dengan proses hukum di Indonesia seharusnya diperlakukan sesuai dengan prinsip non-diskriminasi, restorasi keadilan, dan kepentingan terbaik bagi anak. Namun, penerapan prinsip-prinsip ini masih mengalami berbagai rintangan, terutama dalam kasus ketika anak-anak dituduh bersama-sama melakukan kejahatan berat. Hal ini terlihat dalam Putusan Nomor 15/Pid. Sus-Anak/2020/PN Btl, yang memutuskan bahwa sejumlah anak dijatuhi hukuman penjara terkait keterlibatan mereka dalam tindakan kekerasan yang menyebabkan kematian. Fokus penelitian ini adalah pada dua isu utama, yaitu: (1) bentuk keterlibatan dalam tindakan kriminal terhadap nyawa yang diambil oleh anak yang ditinjau sesuai Pasal 69 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana; serta (2) penerapan akuntabilitas pidana pada anak dalam kasus kekerasan kolektif tersebut. Isu ini penting untuk dianalisis agar dapat dipahami apakah setiap anak benar-benar terlibat dengan cara yang sama sehingga layak dijatuhi hukuman yang setara. Dalam menganalisis isu ini, penelitian ini menggunakan teori akuntabilitas pidana, yang mengevaluasi apakah anak dapat dimintai pertanggungjawaban berdasarkan kesalahan dan kapasitasnya untuk menanggung akibat; teori keterlibatan, yang menjelaskan partisipasi lebih dari satu individu dalam kejahatan; serta teori model keluarga, yang menekankan perlunya pembinaan anak untuk menghindari penerapan hukuman yang terlalu berat. Metode yang digunakan adalah pendekatan hukum, yang diperkuat oleh sumber hukum utama berupa putusan pengadilan, serta sumber hukum sekunder yang mencakup buku, literatur, dan jurnal. Analisis dilakukan secara deskriptif analitis untuk mengilustrasikan penerapan norma hukum terhadap kasus-kasus terkini. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa metode penanganan pertanggungjawaban pidana pada anak dalam keputusan tersebut bersifat umum dan belum sepenuhnya menyerap prinsip individualisasi serta tujuan pembinaan yang diamanatkan dalam sistem peradilan pidana untuk anak. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran tentang pelaksanaan sanksi pidana yang lebih seimbang bagi anak, dengan mempertimbangkan peran, tingkat kesalahan, dan kondisi psikologis masing-masing pelaku.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anak, Penyertaan, Pertanggungjawaban Pidana, Kekerasan Bersama, Sistem Peradilan Pidana Anak |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad, S.IP |
| Date Deposited: | 06 Oct 2025 10:51 |
| Last Modified: | 06 Oct 2025 10:51 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17625 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
