Setyo Agus Triyanto, . (2025) Kewenangan Pengadilan Niaga Sebagai Peradilan Extra Ordinary Dalam Sengketa Utang Berklausula Arbitrase (Analisis Yuridis Putusan Nomor 254.K/Pdt.SusPailit/2014). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (992kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (153kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (222kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (40kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (209kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (29kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (221kB) |
Abstract
Pengadilan Niaga memiliki kewenangan untuk menyelesaikan sengketa utang yang diajukan permohonan pailitnya. Dalam hal perjanjian utang-piutang memiliki klausula arbitrase di dalamnya, klausula arbitrase bertindak sebagai Pacta Sunt Servanda (semua perjanjian yang dibuat secara sah mengikat sebagaimana undang-undang bagi para pihak yang membuatnya). Sementara itu, Pasal 303 Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Permohonan Penundaaan Kewajiban Pembayaran Utang menegaskan bahwa Pengadilan Niaga sebagai pengadilan khusus dalam lingkup peradilan umum, tetap berwenang memeriksa dan menyelesaikan permohonan pernyataan pailit dari para pihak yang terikat perjanjian yang memuat klausula arbitrase, sepanjang utang yang menjadi dasar permohonan pernyataan pailit telah memenuhi persyaratan. Hal ini menimbulkan dualisme kewenangan antara Pengadilan Niaga dan Lembaga Arbitrase dalam menangani sengketa utang berklausula arbitrase. Penelitian ini berusaha untuk mengkaji kewenangan kewenangan penyelesaian sengketa utang berklausula arbitrase di Pengadilan Niaga dan kedudukan putusan Pengadilan Niaga dalam sengketa utang berklausula arbitrase melalui penelitian yuridis normatif yang secara spesifik bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan data sekunder berupa literatur dari berbagai buku, jurnal, peraturan perundang-undangan, dll. Penelitian akan berusaha menjawab bagaimana kewenangan penyelesaian utang berklausula arbitrase di Pengadilan Niaga dan bagaimana kedudukan putusan Pengadilan Niaga dalam sengketa utang berklausula arbitrase. Melalui penelitian ini, diketahui bahwasanya karakteristik eksklusif Pengadilan Niaga sebagai extraordinary court tidak dapat diganggu gugat oleh lembaga arbitrase, sehingga upaya penyelesaian sengketa kepailitan wajib tunduk pada yurisdiksi Pengadilan Niaga. Terkecuali apabila sengketa utang tersebut tidak memiliki kreditor lain yang keberatan dengan putusan arbitrase antara debitor dan kreditor yang menandatangani perjanjian arbitrase, maka sengketa utang dapat diselesaikan melalui lembaga arbitrase, serta dibutuhkan adanya harmonisasi ketentuan perundang-undangan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dualisme kewenangan; Pengadilan Niaga; arbitrase |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Yeni Ratnasari |
| Date Deposited: | 04 Jul 2025 10:03 |
| Last Modified: | 04 Jul 2025 10:03 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/16774 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
