Pelanggaran Hak Moral Terhadap Karya Seni Yang Dikonversi Menjadi Non Fungible Token (Nft) Ditinjau Berdasarkan Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta (Studi Kasus Pada Kantor Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual)

Ihsan Rizki Maulana, . (2025) Pelanggaran Hak Moral Terhadap Karya Seni Yang Dikonversi Menjadi Non Fungible Token (Nft) Ditinjau Berdasarkan Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta (Studi Kasus Pada Kantor Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (729kB)
[img] Text
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (318kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (286kB)
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (223kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (335kB)
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (207kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (388kB)

Abstract

Perkembangan teknologi memiliki dampak signifikan pada bidang karya seni, khususnya dalam hal perlindungan hak cipta dalam teknologi. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menggabungkan teknologi digital dan internet dalam konteks ekonomi digital untuk karya seni, seperti Non Fungible Token (NFT). Saat ini, perlindungan suatu karya seni memerlukan perhatian khusus, sebagai hasil dari kemajuan teknologi yang berpengaruh pada hak cipta. Adapun permasalahan dalam skripsi ini adalah Bagaimana proses identifikasi dan verifikasi pelanggaran hak cipta terhadap karya seni yang dikonversi menjadi NFT, terutama dengan keberadaan transaksi anonim di platform blockchain. Bagaimana perlindungan hak cipta bagi seniman yang karya seninya di gunakan tanpa izin oleh seniman Non Fungible Token (NFT) ditinjau dari Undang – Undang Nomor 28 tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis empiris, yaitu pendekatan dengan menggali informasi yang konkret dan nyata dari situasi lapangan terkait dengan objek penelitian hukum. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini berupa upaya perlindungan hukum suatu karya cipta terbagi menjadi dua bentuk yaitu perlindungan secara preventif dan perlindungan secara represif. Ruang lingkup NFT yaitu secara internasional sehingga untuk penyelesaian sengketa hak ciptanya dapat dilakukan melalui lembaga World Intellectual Property Organization (WIPO) yang dilakukan secara non litigasi. Upaya yang dapat dilakukan oleh pemegang hak cipta terhadap pelanggaran hak ciptanya terkait karya seni yang dikonversi menjadi Non Fungible Token (NFT) tanpa izin bisa melalui pengaduan ke Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual baik secara elektronik maupun non eletronik dengan menyertakan bukti bukti terkait. Selain itu, pemegang hak cipta juga bisa melakukan pelaporan langsung kepada platform penyedia layanan NFT terkait untuk mengajukan permohonan penghapusan NFT yang melanggar hak ciptanya dengan mengisi formular persyaratan – persyaratan yang diberikan pihak platform sebagai bahan evaluasi dan identifikasi keaslian hak cipta karya seni tersebut.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Perlindungan; Hak Cipta; Karya Seni; NFT; Undang – Undang
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Yeni Ratnasari
Date Deposited: 04 Jul 2025 04:33
Last Modified: 04 Jul 2025 04:33
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/16756

Actions (login required)

View Item View Item