MELZA PRA YESTI, . (2025) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Logam Mulia Dengan Sistem Kredit Berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Nomor 77/Dsn-Mui/V/2010 (Studi Kasus Pegadaian Syariah Cabang Daan Mogot Jakarta Barat). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (856kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (263kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (584kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (181kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (338kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (179kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (348kB) |
Abstract
sistem kredit telah diatur oleh beberapa Lembaga keuangan seperti bank maupun non bank. fenomena ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat umum tentang apakah pandangan Islam dapat melegalkan jual beli emas secara tunai atau angsuran. Ini terutama berlaku bagi mereka yang ingin berinvestasi dalam emas. Sehingga penukis merumuskan dua rumusan masalah yakni bagaimana transaksi jual beli logam mulia dengan sistem kredit di pegadaian syariah dan bagaimana implementasi prinsip-prinsip jual beli logam mulia, penulisan ini bertujuan untuk mengetahui transaksi jual beli dan implementasi prinsip prinsip jual beli logam mulia. Metode penelitian yuridis empiris yang menguanakan pendekatan kualitatif dengan studi lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa transaksi jual-beli logam mulia secara kredit diperbolehkan selama emas tersebut bukan alat tukar yang resmi (uang) sesuai dengan ketentuan Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 77/DSN-MUI/V2010, dan dalam pandangan dari empat mazhab menyatakan bahwa Transaksi ini tidak diperbolehkan nanum mazhab Maliki berpendapat bahwa jual beli ini sah jika emas tersebut sama dengan barang dan di lakukan sesuia dengan kesepakatan, Ibn Taimiyah, Ibn Qayyim dan ulama Kontemporer berpendapat bahwah transaksi ini di perbolehkaan selama transaksi ini dilakukan dengan sukarela dan tidak merugikan satu sama lain. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya ketaatan pada prinsip-prinsip syariah dalam melakasanakan transaksi jual-beli emas sengan sistem kredit di pegadaian syariah.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Jejen Juanda |
| Date Deposited: | 26 Apr 2025 04:26 |
| Last Modified: | 26 Apr 2025 04:26 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/16556 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
