Penghapusan Merek Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis (Analisis Putusan Kasasi Nomor 124 K/Pdt.Sus-HKI/2023)

Mario Fransiscus Mirza, . (2024) Penghapusan Merek Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis (Analisis Putusan Kasasi Nomor 124 K/Pdt.Sus-HKI/2023). Masters thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (322kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (224kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (367kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (224kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (141kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (375kB)

Abstract

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis merupakan peraturan yang penting dalam menjaga persaingan usaha yang sehat, berkeadilan, pelindungan konsumen, serta pelindungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan industri dalam negeri. Undang-Undang ini disahkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 25 November 2016 dan diundangkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 252. Salah satu aspek yang diatur dalam Undang-Undang ini adalah penghapusan merek berdasarkan ketentuan yang ada. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah. Untuk mengetahui bagaimana pemalsuan status almarhum (pewaris) didalam Kutipan Buku Nikah No. 338/118/VII/1989 bisa terjadi serta. Untuk mengetahui bagaimana dasar hukum yang dijadikan pertimbangan Hakim dalam memutuskan perkara Nomor 0469/Pdt.G/2023/PA.Bks. Jenis penelitian ini berdasarkan analisis putusan pengadilan dapat mencakup beberapa pendekatan. Salah satu pendekatan yang umum digunakan adalah analisis karakteristik putusan hakim. Dalam analisis ini, peneliti memeriksa elemen-elemen dalam putusan pengadilan, seperti premis mayor dari silogisme, diktum atau amar, jenis sanksi, bobot sanksi, dan faktor-faktor yang meringankan atau memberatkan. Hasil dari penelitian ini adalah Analisis terhadap Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor 67/Pdt.Sus-Merek/2021/PN. Niaga.Jkt.Pst adalah majelis hakim pada pengadilan niaga memberi putusan tidak dapat menerima gugatan (Niet Onvankelijke Verklaard) yang dimohonkan oleh penggugat karena majelis hakim dengan pertimbangannya menilai bahwa dari pembuktian pengugat tersebut, tidak terdapat suatu bukti yang kuat untuk menempatkan tergugat sebagai pihak yang tidak beritikad tidak baik dalam memiliki merek terdaftar “AMAZON” untuk jenis barang kelas 9 dan 11 a quo, dan dari pembuktian yang diajukan tergugat dan turut tergugat menunjukkan secara formil pendaftaran merek telah ditempuh melalui proses yang procedural dan legitimasi menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dan sebaliknya pembuktian pengugat tidak dapat mematahkan dalil serta argumentasi tergugat. Tergugat yang telah memiliki merek terdaftar AMAZON secara itikad tidak baik pada turut tergugat. Dalam hal ini Majelis Hakim pada tingkat kasasi telah maksimal dan sesuai sebagaimana mestinya dalam membuat putusan jika dikaitkan dengan pelindungan hukum tentang Merek dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Penghapusan Merek. Merek Dan Indikasi Geografis
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: miko
Date Deposited: 09 Apr 2025 07:10
Last Modified: 09 Apr 2025 07:10
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/16477

Actions (login required)

View Item View Item