Asep Rohman, . (2024) Implementasi Budaya Ngatir Pada Masyarakat Kampung Gajrug Desa Bintangresmi Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak Banten. Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (600kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (88kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (207kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (187kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (256kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (60kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (260kB) |
Abstract
Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melestrikan kebudayanya. Berdasarkan hasil observasi pada pelaksanaan budaya ngatir peneliti menemukan bahwa masyarakat kampung gajrug belum paham mengenai pelaksanaan kebudayaan ngatir karena masyarakat hanya sekedar ikut melaksanakanya tanpa didasari oleh pengetahuan yang luas akan kebudayaan ngatir itu sendiri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi budaya ngatir pada masyarakat kampung gajrug desa bintangresmi kecamatan cipanas kabupaten lebak-banten, peran masyararkat pada kepedulian budaya ngatir serta upaya masyarakat kampung gajrug dalam mempertahnkan budaya ngatir. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriftif. Subjek dalam penelitian ini adalah tokoh adat, tokoh masyarakat dan masyarakat. Adapun instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi dan wawancara. Sementara itu teknik analisis data yang digunakan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penariakan kesimpulan. Adapaun uji keabsahan data menggunakan perpanjangan pengatamatan dan triagulasi. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan proses coding. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi budaya ngatir diawali dengan Sehari sebelum pelaksanaan ngatir salah satu utusan dari tokoh adat atau tokoh masyarakat akan menabuh kentongan sebagai tanda bahwa besok harinya akan dilaksanakan tradisi ngatir dimana para ibu rumah tangga akan segera siap mempersiapkan makanan atau hancengan yang akan dibawa ke mesjid besok harinya, adapun pas hari pelaksanaanya di pagi harinya tokoh adat akan menabuh kentongan menandakan tradisi ngatir akan dilaksanakan kemudian para warga mulai membawa hancengan ke masjid untuk di doakan oleh para tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemuka agama dan biasanya yang terlibat langsung dalam tradisi ngatir ialah kaum laki-laki, setelah hancengan di doakan maka kemudian panitia dari tradisi ngatir akan menghitung jumlah hancengan dan jumlah warga yang terlibat dalam tradisi ngatir untuk di bagikan kembali kepada warga dengan ketentuan satu hancengan untuk 5 orang warga. Kata kunci: Implementasi, Budaya Ngatir dan Masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Implementasi, Budaya Ngatir dan Masyarakat |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education |
| Depositing User: | Agus Sugiarto |
| Date Deposited: | 30 Nov 2024 02:39 |
| Last Modified: | 30 Nov 2024 02:39 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/15504 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
