Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pornografi Balas Dendam (Revenge Porn) Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (Analisis Putusan Nomor: 71/Pid.Sus/2023/Pn Pdl)

Arief Nur Hidayat, . (2024) Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pornografi Balas Dendam (Revenge Porn) Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (Analisis Putusan Nomor: 71/Pid.Sus/2023/Pn Pdl). Masters thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (284kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (291kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (271kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (116kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (65kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (329kB)

Abstract

Penyebaran pornografi marak terjadi di dunia maya saat ini. Korban dari penyebaran itu kebanyakan adalah para wanita baik yang masih remaja atau bahkan orang dewasa. Revenge Porn adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kejahatan siber yang dilakukan dengan menyebarluaskan konten seksual seseorang tanpa persetujuan dari orang tersebut dengan motif balas dendam, kebencian terhadap korban dan motif lainnya. Konten-konten pornografi kerap digunakan untuk menyerang perempuan dan menghancurkan kehidupan dan kariernya secara digital. Pelaku kekerasan siber berasal dari orang terdekat dalam keluarga, pasangan (baik yang hubungannya menikah maupun tidak dan yang hubungannya masih berjalan maupun sudah berakhir). Kemungkinan lain pelecehan yang dilakukan oleh orang tak dikenal, baik di jalanan atau di dunia maya. Pelecehan yang terjadi dengan banyak motif salah satunya adalah balas dendam maupun ingin mendapatkan keuntungan sepihak untuk penyebar konten pornografi tersebut. Penelitian dalam tesis ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan memilih beberapa perpustakaan yang akan dijadikan sebagai lokasi penelitian guna memperoleh data, fakta, dan informasi yang diperlukan, yakni baik Perpustakaan Nasional maupun Perpustakaan Swasta. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui dan menganalisis Pertimbangan hukum oleh majelis hakim serta Pertanggungjawaban pidana terhadap Pelaku Tindak Pidana Pornografi Balas Dendam (Revenge Porn) dalam perkara Putusan Nomor: 71/Pid.Sus/2023/PN Pdl. Hasil penelitian ini yaitu Pertimbangan hukum oleh majelis hakim memperhatikan Pertimbangan Yuridis dan Non Yuridis dengan disertai hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa sehingga diharapkan keadilan bagi pelaku dan korban tercipta. Serta Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pornografi Balas Dendam (Revenge Porn) berdasarkan Penerapan Hukum Pidana Materiil dalam Putusan Nomor: 71/Pid.Sus/2023/PN Pdl termuat dalam Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Karena memenuhi unsur pertanggungjawaban pidana yaitu unsur kesalahan, kemampuan bertanggungjawab, dan tidak ada alasan pemaaf, sehingga terdakwa dapat mempertanggungjawabkan perbuatan pidana tersebut.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Pertanggungjawaban Pidana, Pornografi, Balas Dendam
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Sri Lestari
Date Deposited: 14 Nov 2024 08:12
Last Modified: 14 Nov 2024 08:12
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/14809

Actions (login required)

View Item View Item