Tinjauan Yuridis Akibat Hukum Wanprestasi Pada Perjanjian Pembiayaan Dengan Jaminan Fidusia (Analisis Putusan Nomor: 3/Pdt.G.S/2023/Pn Kwg

Farid Nasrullah, . (2024) Tinjauan Yuridis Akibat Hukum Wanprestasi Pada Perjanjian Pembiayaan Dengan Jaminan Fidusia (Analisis Putusan Nomor: 3/Pdt.G.S/2023/Pn Kwg. Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (268kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (334kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (175kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (284kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (120kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (357kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan yuridis terhadap akibat hukum wanprestasi pada perjanjian pembiayaan dengan jaminan fidusia, dengan fokus pada analisis putusan Nomor 3/PDT.G.S/2023/PN Kwg. Serta untuk menganalisis pelaksanaan Eksekusi Jaminan Fidusia pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUUXVII/2019 dibandingkan dengan peraturan sebelumnya. Penelitian ini adalah Penelitian yang menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), tipe penelitian hukum bersifat yuridis normatif. Dalam konteks ini, Penggugat (kreditur) merupakan Perusahaan Pembiayaan yang memberikan Pembiayaan kepada Tergugat dan Turut Tergugat berdasarkan Perjanjian Pembiayaan Investasi Dengan Cara Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran Yang Dibebani Dengan Jaminan Fidusia. Teori ini menggunakan teori wanprestasi dan perlindungan hukum. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa wanprestasi dalam perjanjian pembiayaan dengan jaminan fidusia dapat mengakibatkan timbulnya hak pada pihak yang dirugikan untuk menuntut penggantian kerugian yang dideritanya terhadap pihak yang wanprestasi. Akibat hukum dari wanprestasi ini adalah timbulnya kewajiban bagi pihak yang wanprestasi untuk membayar ganti rugi kepada pihak yang menderita kerugian. Selain itu, putusan pengadilan juga memainkan peran penting dalam menentukan akibat hukum dari wanprestasi tersebut. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai Kepastian Dan Keadilan Hukum Dalam Objek Jaminan Fidusia Yang Telah Beralih Kepada Penggugat Dalam Putusan Perkara Nomor : 3/PDT.G.S/2023/PN Kwg . konsekuensi hukum yang timbul dari pengalihan tersebut. Hal ini berkaitan dengan aspek kepastian hukum dalam konteks jaminan fidusia. yaitu Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Serta Kewenangan Eksekusi Jaminan Fidusia pada Lembaga Peradilan di Indonesia. Menurut Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, eksekusi jaminan fidusia pada lembaga peradilan di Indonesia memiliki beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan. Berdasarkan undang-undang tersebut, eksekusi jaminan fidusia harus melalui pengadilan negeri. Mahkamah Konstitusi adalah lembaga negara pengawal konstitusi yang memiliki kewenangan memutus pada tingkat pertama dan terakhir. Pasal 29 UU Nomor. 40 Tahun 1999 menjelaskan bahwa penjualan di bawah tangan yang dilakukan berdasarkan kesepakatan Pemberi dan Penerima Fidusia dapat dilakukan jika dengan cara demikian dapat diperoleh harga tertinggi yang menguntungkan para pihak. Prosedur dan tata cara eksekusi selanjutnya dilakukan seperti dalam eksekusi hak tanggungan.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: kepastian hukum, Eksekusi, Fidusia
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Sri Lestari
Date Deposited: 15 Oct 2024 08:59
Last Modified: 15 Oct 2024 08:59
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/14515

Actions (login required)

View Item View Item