Tantiana Hermis, . (2024) Peran Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Dalam Menangani Kekerasan Seksual Yang Dialami Oleh Anak di Lingkungan Keluarga Berdasarkan Pasal 59 Ayat (1) dan Ayat (2) Huruf J Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak (Studi Pada Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tangerang Selatan). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
FILE COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (600kB) |
|
|
Text
FILE BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (199kB) |
|
|
Text
FILE BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (174kB) |
|
|
Text
FILE BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (98kB) |
|
|
Text
FILE BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (214kB) |
|
|
Text
FILE BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (32kB) |
|
|
Text
JURNAL-_TANTIANA-_HERMIS-_201010200136.pdf Restricted to Registered users only Download (275kB) |
Abstract
Anak korban kekerasan seksual dalam keluarga, dalam Pasal 59 Ayat (1) dan (2) huruf j Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak: Dalam Ayat (1) Pemerintah, Pemerintah daerah dan lembaga negara lainnya berkewajiban dan bertanggunjawab untuk memberikan perlindungan khusus kepada anak. Ayat (2) huruf j, Perlindungan khusus kepada anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada anak korban kejahatan seksual. Rumusan Masalah yang diangkat dalam judul ini adalah: 1. Bagaimana peran Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dalam menanani kekerasan seksual yang dialami oleh anak di linkungan keluarga, 2. Apa hambatan yang dialami oleh Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dalam menangani kekerasan seksual yang dialami oleh anak di linkungan keluarga berdasarkan Pasal 59 Ayat (1) dan (2) huruf j Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perlindungan hukum yang dikemukakan oleh Satjipto Raharjo yang mana di dalam teori tersebut menekankan bahwa peran utama hukum adalah untuk memastikan keadilan dan perlindungan terhadap hak-hak subjektif yang dimiliki individu atau kelompok, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan atau pelanggaran terhadap hak-hak tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris (lapangan), mengumpulkan data melalui studi kasus dan wawancara dengan petugas UPTD PPA serta analisis dokumen terkait. Hasil Penelitian ini lembaga UPTD PPA yang di bawah naungan DP33AP2KB terbukti bahwa peran dari lembaga UPTD PPA dalam menangani perempuan dan anak korban kekerasan sama dalam penanganannya baik anak yang menjadi korban kekerasan seksual dalam linkungan keluarga maupun perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual dalam rumah tangga. UPTD PPA sendiri memiliki hambatan dalam penanganan anak yang menjadi korban kekerasan seksual, seperti kurangnya sumber daya manusia, rendahnya kesadaran masyarakat, serta volume kasus yang meningkat dan persoalan administratif. Jadi, Penulis berpendapat bahwa peningkatan kapasitas UPTD PPA dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melaporkan kasus kekerasan seksual anak adalah krusial dalam memperbaiki perlindungan anak di Tangerang Selatan. Kata Kunci: UPTD PPA Tangerang Selatan, perlindungan anak.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | UPTD PPA Tangerang Selatan, perlindungan anak |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Agus Sugiarto |
| Date Deposited: | 08 Oct 2024 05:58 |
| Last Modified: | 08 Oct 2024 05:58 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/14376 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
