Lenni Hotmaida Situmorang, . (2024) Tinjauan Hukum Adat Terhadap Larangan Perkawinan Semarga Pada Masyarakat Adat Batak Toba (Studi Lapangan Pada Desa Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (938kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (420kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (436kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (283kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (406kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (259kB) |
|
|
Text
JURNAL LENI SITUMORANG PERPUS.pdf Restricted to Registered users only Download (207kB) |
Abstract
Terkait Perkawinan adat batak toba dalam masyarakat batak adalah salah satu rantai kehidupan yang tata cara pelaksanaannya melalui hukum-hukum adat yang sudah melekat dari dulu hingga saat ini dan hal tersebut berasal dari para leluhur masyarakat Batak. Perkawinan semarga adalah perkawinan yang dilakukan dengan kelompok marga yang sama. Marga diperoleh dari garis keturunan ayah atau bersifat patrilineal. Perkawinan semarga sangat dilarang keras oleh masyarakat Batak Toba, Sistem perkawinan masyarakat batak toba adalah sistem perkawinan eksogami yaitu mencari pasangan hidup diluar marganya, maka dari itu sangat dilarang keras adanya perkawinan semarga karena dianggap sebagai perkawinan sedarah walaupun tidak satu garis keturunan. Walaupun dilarang, perkawinan semarga masih tetap terjadi di desa Paranginan dikarenakan masyarakat kurang tahu asal-usul keluarga semarga, minimnya pendidikan yang menyebabkan rendahnya sumber daya manusia di daerah tersebut ditambah dengan susahnya mobilitas zaman dahulu dan perkembangan zaman yang modern saat ini yang menyebabkan terjadinya perkawinan semarga. Akibat dari perkawinan semarga akan ada dampak terhadap hubungan sosial dalam masyarakat adat batak toba. Maka dari itu perlunya orang tua memberikan pemahaman kepada anak mengenai adat dan budaya dalam batak toba. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif empiris dengan tipe penelitian deskriptif. Pendekatan masalah yang digunakan adalah pendekatan yuridis-sosiologis. Data yang digunakan data primer dan sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Pengelolaan data dilakukan dengaan cara pemeriksaan data, klasifikasi dan penyusun data. Kata Kunci: Hukum Adat, Perkawinan Semarga Batak Toba.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Adat, Perkawinan Semarga Batak Toba |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Agus Sugiarto |
| Date Deposited: | 08 Oct 2024 05:02 |
| Last Modified: | 08 Oct 2024 05:02 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/14370 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
