Putri Nadiyanti Wahyuni, . (2024) Keabsahan Perkawinan Beda Agama Ditinjau Berdasarkan Asas Perkawinan dan Pasal 8 Huruf (F) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (Studi Penetapan Nomor 916/Pdt.P/2022/Pn.Sby). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER_0.pdf Restricted to Registered users only Download (930kB) |
|
|
Text
BAB_1.pdf Restricted to Registered users only Download (158kB) |
|
|
Text
BAB_2.pdf Restricted to Registered users only Download (244kB) |
|
|
Text
BAB_3.pdf Restricted to Registered users only Download (50kB) |
|
|
Text
BAB_4.pdf Restricted to Registered users only Download (245kB) |
|
|
Text
BAB_5.pdf Restricted to Registered users only Download (46kB) |
|
|
Text
JURNAL PUTRI NADIYANTI WAHYUNI.pdf Restricted to Registered users only Download (265kB) |
Abstract
Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yang dimaksud dengan perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk rumah tangga (keluarga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dari banyaknya warga negara Indonesia yang menganut kepercayaan yang berbeda-beda tentu menimbulkan kemungkinan adanya perkawinan beda agama, yang mana kedua pihak tersebut memiliki keyakinan atau agama yang berbeda. Permasalahan perkawinan beda agama merupakan salah satu permasalahan yang pelik, karena aturan hukum yang dinilai masih multitafsir. Adanya penetapan pengadilan yang mengizinkan perkawinan beda agama acap kali mengundang pro dan kontra dalam masyarakat di Indonesia. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah apakah perkawinan beda agama pada Penetapan Perkara Nomor 916/Pdt.P/2022/PN.Sby telah memenuhi unsur keabsahan dalam asas perkawinan dan Pasal 8 huruf (f) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Bagaimana implikasi yuridis serta gejala sosial yang akan ditimbulkan di tengah masyarakat atas Penetapan Perkara Nomor 916/Pdt.P/2022/PN.Sby. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perkawinan beda agama pada Penetapan Perkara Nomor 916/Pdt.P/2022/PN.Sby telah memenuhi unsur keabsahan dalam asas perkawinan dan Pasal 8 huruf (f) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan untuk mengetahui implikasi yuridis serta gejala sosial yang akan ditimbulkan di tengah masyarakat atas Penetapan Perkara Nomor 916/Pdt.P/2022/PN.Sby. Kerangka teori yang digunakan pada skripsi ini adalah teori kepastian hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif. Pada penelitian ini data-data yang diperoleh berasal dari studi kepustakaan, yang selanjutnya dilakukan analisis secara kualitatif dengan tujuan untuk memperoleh suatu keterangan atau kejelasan terkait permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan beda agama pada Penetapan perkara Nomor 916/Pdt.P/2022/PN.Sby tidak memenuhi unsur keabsahan dalam asas perkawinan dan Pasal 8 huruf (f) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Penetapan perkara Nomor 916/Pdt.P/2022/PN.Sby yang mengizinkan perkawinan beda agama dapat berimplikasi secara yuridis dan juga sosial dalam hal keabsahan perkawinan, status dan kedudukan anak serta pencatatan perkawinan. Kesimpulannya, keabsahan perkawinan beda agama pada penetapan No.916/Pdt.P/2022/PN.Sby adalah tidak sah dan berimplikasi baik secara yuridis maupun sosial dalam hal keabsahan, status kedudukan anak serta pencatatannya. Kata Kunci: Perkawinan beda agama, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Implikasi Perkawinan beda agama.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkawinan beda agama, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Implikasi Perkawinan beda agama |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Agus Sugiarto |
| Date Deposited: | 02 Aug 2024 06:06 |
| Last Modified: | 02 Aug 2024 06:29 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/14073 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
