Said Echa Pranata, . (2024) Tinjauan Yuridis Tindak Pidana Terorisme Yang Dilakukan Oleh Anak Ditinjau Dari Pasal 15 Undang Undang Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (Analisa Putusan Nomor: 31/Pid.Sus-Anak/2019/PN.Jkt.Tim). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER_0.pdf Restricted to Registered users only Download (881kB) |
|
|
Text
BAB_1.pdf Restricted to Registered users only Download (638kB) |
|
|
Text
BAB_2.pdf Restricted to Registered users only Download (330kB) |
|
|
Text
BAB_3.pdf Restricted to Registered users only Download (276kB) |
|
|
Text
BAB_4.pdf Restricted to Registered users only Download (535kB) |
|
|
Text
BAB_5.pdf Restricted to Registered users only Download (156kB) |
|
|
Text
JURNAL SAID.pdf Restricted to Registered users only Download (257kB) |
Abstract
Salah satu kasus tindak pidana yang sangat berbahaya yang dapat mempengaruhi anak dalam berbagai aspek adalah tindak pidana terorisme, anak yang terpapar paham radikalisme dan melakukan perbuatan terorisme sekalipun masih berstatus anak -anak tetaplah harus diberikan hukuman berdasarkan aturan hukum yang berlaku (das sein). Namun kenyataannya meskipun sudah ada mekanisme pemberian hukumna terhadap anak yang melakukan tindak pidana terorisme ini yang man mekanisme pemberian hukumannya mengacu kepada Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012, namun tetap saja kenyataannya tidak mudah bagi aparat penegak hukum untuk dapat melakukan pemberian hukuman kepada pelaku anak karena ada sejumlah hak yang harus dipenuhi sehingga pemberian hukumannya tidak bisa disamakan dengan pelaku orang dewasa (das sollen). Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalahnya adalah bagaimanakah pertimbangan Majelis Hakim dalam menilai u nsur-unsur tindak pidana terorisme yang dilakukan oleh anak dan bagaimanakah pertimbangan Majelis Hakim dalam menentukasn hukum terhadap putusan atas perbuatan anak yang melakukan tindak pidana terorisme dalam Putusan Nomor: 31/Pid.Sus-Anak/2019/PN.Jkt.Tim. Metode penelitian yang dipergunakan di dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertimbangan hakim dalam menilai unsur tindak pidana dalam Putusan Nomor: 31/Pid.Sus-Anak/2019/PN. Jkt.Tim dalam hal ini kurang begitu tepat sebab dalam hal ini dari ketiga unsur yang dipertimbangkan oleh hakim hanya unsur setiap orang saja yang mana unsurr tersebut berkaitan dengan identitas dari pelaku anak yang dalam hal terbukti secara sah dan meyakinkan sedangkan dua unsur sisanya dalam hal ini tidaklah dapat dikatakan terbukti karena kekuatan pembuktiannya yang cenderung sangat lemah. Lalu pertimbangan Hakim dalam menentukan hukum dalam Putusan Nomor: 31/Pid.Sus-Anak/2019/PN.Jkt.Tim kurang begitu tepat hal ini karena dalam pemilihan jenis hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku anak, yang dalam hal ini hakim memutuskan pelaku anak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana terorisme sehingga akibat dari perbuatan yang pelaku anak lakukan mengakibatkan pelaku anak harus menjalani sanksi hukum berupa pemidanaan pidana penjara, hal ini tentunya sangat tidak adil bagi pelaku anak. Kemudian dari segi penjatuhan jenis putusan berupa pemidanaan yang dalam hal ini pelaku anak dijatuhkan pidana oleh hakim dengan pidana penjara selama 2 (dua) Tahun di LPKA Salemba Jakarta Pusat juga kurang begitu tepat sebab masih banyak hukuman yang ideal serta adil yang bisa diterapkan bagi pelaku anak.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tindak Pidana, Terorisme, Anak |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | santi nurmalasari |
| Date Deposited: | 22 Jul 2024 08:17 |
| Last Modified: | 22 Jul 2024 08:17 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/13814 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
