Pengaruh Pengelasan Smaw Dan Mag Pada Baja Ss 400 Terhadap Tensil Test, Uji Impact Dan Dye Penetran Test Dengan Sambungan Groove

Helen Bahqtiar, . (2024) Pengaruh Pengelasan Smaw Dan Mag Pada Baja Ss 400 Terhadap Tensil Test, Uji Impact Dan Dye Penetran Test Dengan Sambungan Groove. Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (133kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (331kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (251kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (461kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (60kB)
[img] Text
Jurnal.pdf
Restricted to Registered users only

Download (365kB)

Abstract

Pengelasan SMAW merupakan pengelasan yang sumber panasnya berasal dari arus listrik dengan perantara elektroda. Dengan perkembangan zaman maka metode pengelasan semakin bekembang lebih maju yang mana pengelasan SMAW yang telah di inovasi menjadi pengelasan GMAW/MAG yang lebih praktis dalam pengoperasiannya. Dengan adanya inovasi ini tentu penting sekali untuk mengetahui perbandingang kualitas dan kekuatan mekanik ke dua sambungan las ini. Untuk mengetahui kualitas dan kekutan mekanik maka perlu di lakukan pengujian, salah satunya tensile test, uji impact dan dye penetrant test terhadap baja SS 400. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik, kekrasan (impact) serta kualitas pengelasan dari pengujian dye penetrant test terhadap pengelasan SMAW, MAG serta setelah di kombinasikan kedua sambungan las ini pada baja ss 400. Penelitian ini mengacu kepada standar ASTM A 36 yang menjelasakan spesifikasi baja ss 400, ASTM E 8 dimensi spesimen uji tarik, ASTM E 23 untuk dimensi uji impact dan ASTM E 165 pengujian dye penetrant test yang mengatur tata cara proses pengujian. Adapun elektroda yang digunakan pada proses pengelasan SMAW menggunakan elektroda LB E 7016 dan LB E 7018, Sedangkan untuk las MAG menggunakan elektroda ER70S-3 untuk sambungan las MAG. pada pengujian dye penetrant test menggunakan cairan cleaner, penetrant berwarna merah dan developer, sedangkan pembuatan spesimen menggunakan mesin las SMAW dan MAG, cutting torch dan sejenis alat bantu lainya. Setelah semua perlatan tekumpul maka di lanjutkan proses pengelasan SMAW dengan parameter 100 ampere, sedangkan pengelasan MAG dengan parameter 100 ampere kecepatan kawat 22 m/ menit. Pembentukan spesimen sesuai dimensi standar yang telah ditentukan dengan jumlah setiap pengujian 3 spesimen dari masing-masing jenis sambungan las dan kemudain dilanjutkan pengujia. Hasil pengujian dye penetran test sambungan las SMAW kombinasi MAG lebih bagus di karenakan tidak terdapat jenis cacat las, untuk hasil dari uji impact sambungan las SMAW kombinasi MAG lebih tinggi menghasilkan rata-rata harga impact 4,30 joule/mm² sedangkan uji tarik menunjukan rata-rata tegangan tarik yang paling tinggi pada sambungan las SMAW 389,30 MPa, dan rata-rata kekuatan luluh tertinggi sambungan las SMAW 231,63 MPa. Dari data yang telah di dapat maka dapat di simpulkan bahwasanya hasil uji dye penetrant test menunjukan hasil sambungan las SMAW kombinasi MAG lebih bagus tidak terdapat keretakan sama sekali, untuk pengujian impact memberikan data bahwasanyan sambungan las SMAW dan MAG lebih kuat dan getas karena memiliki nilai harga impact yang lebih tinggi, sedangkan uji tarik memberikan data bahwa sambungan las SMAW lebih getas sedangkan MAG lebih elastis

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: ASTM, tensile strenght, yield strenght, HI (harga impact)
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Sri Lestari
Date Deposited: 17 Jul 2024 04:28
Last Modified: 17 Jul 2024 04:28
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/13737

Actions (login required)

View Item View Item