Simbolon, Rendi Alex Christian (2024) Tindak Pidana Pencurian Berdasarkan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Analisis Putusan Nomor 709/Pid.B/2021/Pn. Jkt.Sel). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (844kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (227kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (219kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (49kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (253kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (31kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (235kB) |
Abstract
Negara Indonesia sebagaimana yang kita ketahui merupakan negara hukum sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1 Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945. Seiring perkembangan teknologi serta zaman yang semakin maju dan kebutuhan manusia semakin meningkat, maka tanpa disadari mengikuti perkembangan masyarakat itu sendiri. Kejahatan atau kriminalitas merupakan suatu perbuatan yang menyimpang yang mempunyai sifat yang tercelah sehingga perbuatan ini sering menimbulkan sanksi sosial dalam masyarakat. Beberapa perbuatan atau tindakan-tindakan yang melanggar hukum serta mengganggu ketenangan dan keserasian hidup bersama, salah satunya adalah kejahatan pencurian. Hal ini disebabkan adanya kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Oleh karena itu manusia dalam menjalani kehidupannya di tengah-tengah masyarakat dengan kebutuhan yang semakin meningkat dapat memicu terjadinya suatu kasus pencurian. Tinjauan hukum terhadap pelaku tindak pidana pencurian tabung gas elpiji dalam Perkara Nomor : 709 / Pid.B / 2021 / PN. Jkt.Sel.,putusan menjelaskan perbuatan terdakwa dituntut pencurian pasal 363 yang dimana pada hari Minggu tanggal 23 Mei 2021 terdakwa mencuri 3 buah Tabung Gas Elpiji berukuran 3 Kg ketika berada didalam wilayah sekolah dan terdakwa menjual hasil pencurian tersebut kepada seorang penadah. Konsep pertanggungjawaban pidana berkenaan dengan mekanisme yang menentukan dapat dipidananya pembuat, sehingga hal tersebut terutama berpengaruh bagi hakim. Hakim tetap berkewajiban memperhatikan bahwa pada diri terdakwa tidak ada alasan penghapus kesalahan, sekalipun atas dasar hal itu, tidak dilakukannya. Dalam putusan ini terdakwa mampu bertanggung jawab dan tidak ada alasan pemaaf baginya, Terdakwa Leonardo Abra Pertama Alias Aldo oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 (delapan) bulan. Kiranya hukuman yang dijatuhkan terhadap pelaku tindak pidana pencurian tabung gas elpiji dapat memberikan efek jera dan tidak menggulangi lagi perbuatannya.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pencurian, Tindak Pidana, Pelaku |
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Sri Lestari |
| Date Deposited: | 10 Jul 2024 10:39 |
| Last Modified: | 10 Jul 2024 10:39 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/13643 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
