Disparitas Putusan Hakim Terhadap Putusan Lepas Berdasarkan Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Pasal 1313 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 675 K/Pid/2022)

Rahma Anjani, . (2023) Disparitas Putusan Hakim Terhadap Putusan Lepas Berdasarkan Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Pasal 1313 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 675 K/Pid/2022). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (436kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (474kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (310kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (326kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (193kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (261kB)

Abstract

Di dalam praktik, terdapat perkara wanprestasi yang ternyata mengandung unsur-unsur tindak pidana, salah satunya yaitu tindak pidana penggelapan, yang pada akhirnya perlu diselesaikan melalui mekanisme peradilan pidana. Pada Putusan Pengadilan Nomor 654/Pid.B/2021/PN Kdi Jo. Putusan Mahkamah Agung Nomor 675 K/Pid/2022 terdapat seorang terdakwa yang diputus terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan tetapi bukan merupakan suatu tindak pidana, sehingga ia dilepaskan dari segala tuntutan hukum pada pengadilan tingkat pertama. Menurut pertimbangan Hakim, perbuatan terdakwa merupakan pengingkaran terhadap isi kontrak atau perjanjian, maka perbuatan terdakwa bukan merupakan perbuatan pidana tetapi perbuatan perdata, karena pengingkaran terhadap kontrak atau perjanjian tersebut merupakan salah satu bentuk perbuatan ingkar janji atau wanprestasi. Akan tetapi, pada tingkat kasasi perbuatan terdakwa sebelumnya dinyatakan telah memenuhi unsur-unsur suatu tindak pidana dan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan, sehingga oleh karena itu ia dijatuhkan hukuman pidana penjara. Perbedaan putusan ini dalam istilah hukum biasa disebut “disparitas”. Adapun permasalahan dalam skripsi ini adalah mengapa terjadi disparitas terhadap putusan lepas judex facti dan putusan pemidanaan judex juris pada kasus penggelapan dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 675 K/Pid/2020, dan bagaimana dampak putusan disparitas pada Perkara Nomor 675 K/Pid/2022. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan data kepustakaan dari berbagai literatur buku, jurnal peraturan perundang-undangan dll. Analisis data dilakukan dengan cara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan terjadinya disparitas terhadap putusan judex facti dan judex juris pada kasus penggelapan yang awalnya adalah perbuatan wanprestasi dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 675 K/Pid/2022 disebabkan oleh perbedaan cara pandang hakim terhadap suatu perkara yang dihadapkan kepadanya. Kemudian perbedaan atau disparitas putusan tersebut pada akhirnya akan berdampak pada ketidakpastian hukum terhadap terdakwa. Selain terjadi ketidakpastian hukum, hal ini juga akan mencederai rasa keadilan, baik pada diri terdakwa sendiri maupun pada masyarakat yang apabila di kemudian hari dihadapkan dengan permasalahan yang serupa Kata Kunci: disparitas; putusan hakim; putusan lepas; kitab undang-undang hukum pidana; kitab undang-undang hukum perdata.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: disparitas; putusan hakim; putusan lepas; kitab undang-undang hukum pidana; kitab undang-undang hukum perdata
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Agus Sugiarto
Date Deposited: 07 Jun 2024 06:46
Last Modified: 07 Jun 2024 06:46
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/12896

Actions (login required)

View Item View Item